28 JANUARI 2015
TUGAS
: KELOMPOK
KELAS : B
MATA KULIAH
METODIK
KHUSUS
PROBLEM
BASED LEARNING
DOSEN
PENGAMPUH: HJ.
HIDAYATI, S.ST.,M..KEB
OLEH:
KELOMPOK 11
- S I T T I S A R T I (076)
- S I T I H A R I A N I (075)
- U L F I D A M A Y A N T I (078)
- S R I H E R T A T I E N D A N G (077)
PROGRAM
STUDI D-IV BIDAN PENDIDIK
STIKes
MEGA REZKY MAKASSAR
KOTA
MAKASSAR
T.A
2014/2015
KATA PENGANTAR
Asslam
‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh!!!
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang
telah memberikan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan
makalah yang ini dengan tepat waktu.
Untuk penyelesaian Makalah ini penyusun mendapatkan bantuan
dari Dosen Pengampuh, oleh sebab itu penyusun mengucapkan terima kasih kepada Ibu “Hj. Hidayati, S.ST.,M.Keb” selaku Dosen Pengampuh Mata Kuliah
ini.
Dalam proses belajar, Penyusun menyadari
apa yang tertuang dalam Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari segi
penulisan maupun pengkajian. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati kritik
dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan Makalah ini.
Akhir kata, semoga Makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua. Semoga Allah SWT memberikan
balasan yang lebih baik atas segala keikhlasan hati dan bantuan dari semua
pihak serta mendapat Rahmat dan Berkah dari Allah SWT. Amin Ya Rabbal Alamin!
Wasslam
‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh!!!
Makassar,
13 Januari
2015
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ........................................................................................ i
KATA PENGANTAR ..................................................................................... ii
DAFTAR ISI ..................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................ 2
C. Tujuan .......................................................................................... 2
D. Manfaat ........................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
A.
Pengertian Pembelajaran Berbasis
Masalah (Problem Based Instruction) 1
B.
Tujuan PBL ................................................................................. 5
C.
Ciri-ciri PBL ............................................................................... 5
D.
Komponen-komponen PBL ....................................................... 6
E.
Konsep Dasar PBL .................................................................... 7
F.
Langkah-langkah PBL ............................................................... 8
G. Sintaks PBL ................................................................................. 11
H.
Penilaian dan evaluasi ................................................................ 12
I.
Keunggulan dan Kelemahan PBL ............................................. 13
BAB III SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan .................................................................................... 15
B. Saran .......................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada saat ini banyak kesulitan yang
dihadapi siswa dalam belajar. Hal ini disebabkan karena proses belajar didalam
kelas yang begitu-begitu saja, sehingga siswa merasa jenuh belajar.
Oleh karena itu, sekarang banyak
inovasi dalam pembelajaran yang dilakukan oleh sekolah-sekolah. Misalnya
inovasi pembelajaran kuantum, kompetensi, kontekstual, dan problem based
learning. Untuk mengatasi kejenuhan dalam proses belejar-mengajar dan
meningkatkan kualitas diri siswa.
Salah satu inovasi dalam
pembelajaran yaitu problem based learning, problem based learning ini merupakan
progam student center yang dimana siswa belajar tentang subjek dalam konteks
yang beraneka ragam, dan masalah yang benar-benar terjadi (nyata). Tujuan dari
problem based learning ini sendiri adalah untuk menolong perkembangan
pengetahuan siswa secara fleksibel, efektif, dan terampil dalam memecahkan
masalah. Berdasarkan uraian diatas kami akan memaparkan hasil kajian pustaka
mengenai Problem Based Learning yang kemudian dituangkan dalam bentuk makalah
yang berjudul “Pembelajaran Problem Based Learning”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, adapun rumusan
masalah yiatu:
1)
Apa pegertian PBL?
2)
Apa tujuan dari PBL?
3)
Apa ciri-ciri PBL?
4)
Apa saja komponen-komponen PBL?
5)
Apa saja konsep dasar PBL?
6)
Sebutkan langkah-langkah model PBL!
7)
Jelaskan sintaks PBL!
8)
Sebutkan penilaian dan evaluasi!
9)
Jelaskan keunggulan dan kelemahan PBL!
C. Tujuan
Setelah mempelajari makalah ini, pembaca diharapkan untuk
mengetahui rumusan masalah diatas.
D. Manfaat
Manfaat dari penulisan makalah ini yaitu untuk dapat
memahami dan mengerti apa yang tertuang dalam makalah ini yaitu tentang problem
based learning.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem
Based Instruction)
Pembelajaran Berbasis Masalah yang
berasal dari bahasa Inggris Problem-based
Learning adalah suatu pendekatan pembelajaran yang dimulai dengan
menyelesaikan suatu masalah, tetapi untuk menyelesaikan masalah itu peserta didik
memerlukan pengetahuan baru untuk dapat menyelesaikannya.
Pendekatan pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning/PBL)
adalah konsep pembelajaran yang membantu guru menciptakan lingkungan
pembelajaran yang dimulai dengan masalah yang penting dan relevan
(bersangkut-paut) bagi peserta didik, dan memungkinkan peserta didik memperoleh
pengalaman belajar yang lebih realistik (nyata).
Bern dan Erickson (2001:5) menegaskan bahwa pembelajaran berbasis masalah
merupakan strategi pembelajaran siswa dalam memecahkan masalah dengan
mengintegrasikan berbagai konsep dan keterampilan dari berbagai disiplin ilmu.
Strategi ini meliputi mengumpulkan dan menyatukan informasi, mempresentasikan
penemuan.
Pembelajaran berbasis masalah melibatkan peserta didik dalam proses
pembelajaran yang aktif, kolaboratif, berpusat kepada peserta didik, yang
mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan belajar mandiri yang
diperlukan untuk menghadapi tantangan dalam kehidupan dan karier, dalam
lingkungan yang bertambah kompleks sekarang ini. Pembelajaran Berbasis Masalah
dapat pula dimulai dengan melakukan kerja kelompok antar peserta didik. peserta
didik menyelidiki sendiri, menemukan permasalahan, kemudian menyelesaikan
masalahnya dibawah petunjuk fasilitator (guru).
Pembelajaran berbasis masalah menyarankan kepada peserta didik untuk
mencari atau menentukan sumber-sumber pengetahuan yang relevan. Pembelajaran
berbasis masalah memberikan tantangan kepada peserta didik untuk belajar
sendiri. Dalam hal ini, peserta didik lebih diajak untuk membentuk suatu
pengetahuan dengan sedikit bimbingan atau arahan guru sementara pada
pembelajaran tradisional, peserta didik lebih diperlakukan sebagai penerima
pengetahuan yang diberikan secara terstruktur oleh seorang guru.
Pembelajaran berbasis masalah merupakan salah satu model pembelajaran
inovatif yang dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada peserta didik. PBL
adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan peserta didik untuk memecahkan
suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga peserta didik dapat
mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus
memiliki ketrampilan untuk memecahkan masalah.
Untuk mencapai hasil pembelajaran secara optimal, pembelajaran dengan
pendekatan pembelajaran berbasis masalah perlu dirancang dengan baik mulai dari
penyiapan masalah yang yang sesuai dengan kurikulum yang akan dikembangkan di
kelas, memunculkan masalah dari peserta didik, peralatan yang mungkin
diperlukan, dan penilaian yang digunakan. Pengajar yang menerapkan pendekatan
ini harus mengembangkan diri melalui pengalaman mengelola di kelasnya, melalui
pendidikan pelatihan atau pendidikan formal yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, pengajaran berdasarkan masalah
merupakan pendekatan yang efektif untuk pengajaran proses berfikir tingkat
tinggi. Pembelajaran ini membantu peserta didik untuk memproses informasi yang sudah jadi dalam benaknya dan menyusun
pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial dan sekitarnya. Pembelajaran
ini cocok untuk mengembangkan pengetahuan dasar maupun kompleks.
B. Tujuan PBL
Tujuan yang ingin dicapai pleh SPBM adalah kemampuan siswa untuk berpikir
kritis, analistus dan logis untuk menemukan alternatif pemecahan masalah
melalui eksplorasi data secara empiris dalam rangka menumbuhkan sikap ilmiah.
C. Ciri-ciri PBL
Ciri-ciri pembelajaran berbasis masalah ada 3 yaitu:
1)
Strategi pembelajaran berbasis masalah
merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran artinya dalam pembelajaran ini tidak
mengharapkan peserta didik hanya sekedar mendengarkan, mencatat kemudian
menghafal materi pelajaran, akan tetapi melalui strategi pembelajaran berbasis
masalah peserta didik aktif berpikir, berkomunikasi, mencari dan mengolah data
dan akhirnya menyimpulkannya.
2)
Aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan
masalah. Strategi pembelajaran berbasis masalah menempatkan masalah sebagai
kata kunci dari proses pembelajaran. Artinya, tanpa masalah tidak mungkin ada
proses pembelajaran.
3)
Pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan
pendekatan berpikir secara ilmiah. Berpikir dengan menggunakan metode ilmiah
adalah proses berpikir deduktif dan induktif. Proses berpikir ini dilakukan
secara sistematis dan empiris, sistematis artinya berpikir ilmiah dilakukan
melalui tahapan-tahapan tertentu, sedangkan empiris artinya proses penyelesaian
masalah didasarkan pada data dan fakta yang jelas.
D. Komponen-Komponen PBL
Komponen-komponen pembelajaran berbasisi masalah dikemukakan oleh Arends,
diantaranya adalah :
1)
Permasalahan autentik. Model pembelajaran berbasis
masalah mengorganisasikan masalah nyata yang penting secara sosial dan
bermanfaat bagi peserta didik. Permasalahan yang dihadapi peserta didik dalam
dunia nyata tidak dapat dijawab dengan jawaban yang sederhana.
2)
Fokus interdisipliner. Dimaksudkan agar peserta didik
belajar berpikir struktural dan belajar menggunakan berbagai perspektif
keilmuan.
3) Pengamatan
autentik. Hal ini dinaksudkan untuk menemukan solusi yang nyata. Peserta didik
diwajibkan untuk menganalisis dan menetapkan masalahnya, mengembangkan
hipotesis dan membuat prediksi, mengumpulkan dan menganalisis informasi,
melaksanakan eksperimen, membuat inferensi, dan menarik kesimpulan.
4) Produk.
Peserta didik dituntut untuk membuat produk hasil pengamatan. Produk bisa
berupa kertas yang dideskripsikan dan didemonstrasikan kepada orang lain.
5) Kolaborasi.
Dapat mendorong penyelidikan dan dialog bersama untuk mengembangkan keterampilan
berpikir dan keterampilan sosial.
E. Konsep Dasar PBL
Model pembelajaran berbasis masalah adalah
pembelajaran yang menekankan padaproses penyelesaian masalah. Dalam
implementasi model pembelajaran berbasis masalah, guru perlu memilih bahan
pelajaran yang memiliki permasalahan yang dapat dipecahkan. Model pembelajaran berbasis masalah ini dapat
diterapkan dalam kelas jika :
1) Guru
bertujuan agar peserta didik tidak hanya mengetahui dan hafal materi pelajaran
saja, tetapi juga mengerti dan memahaminya.
2) Guru mengiginkan
agar peserta didik memecahkan masalah dan membuat kemampuan intelektual siswa
bertambah.
3) Guru
menginginkan agar peserta didik dapat bertanggung jawab dalam belajarnya.
4) Guru
menginginkan agar peserta didik dapat menghubungkan antara teori yang dipelajari
di dalam kelas dan kenyataan yang dihadapinya di luar kelas.
5) Guru
bermaksud mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menganalisis situasi,
menerapkan pengetahuan, mengenal antara fakta dan pendapat, serta mengembangkan
kemampuan dalam membuat tugas secara objektif.
F. Langkah-langkah Model PBL
Ada beberapa pilihan dalam model
ini, model-model tersebut diantaranya yaitu:
1. Model Pannen
dkk.
Menurut Pannen dkk., (2001) proses
pembelajaran PBL biasanya mengikuti tahapan-tahapannya seperti roda (gambar 2.1)
Gambar 2.1 Model The Problem Solving
Wheel (Pannen dkk., 2001)
2.
John Dewey
Seorang ahli
pendidikan berkebangsaan Amerika memaparkan 6 langkah dalam pembelajaran
berbasis masalah ini :
1)
Merumuskan masalah. Guru membimbing peserta didik
untuk menentukan masalah yang akan dipecahkan dalam proses pembelajaran,
walaupun sebenarnya guru telah menetapkan masalah tersebut.
2)
Menganalisis masalah. Langkah peserta didik meninjau
masalah secara kritis dari berbagai sudut pandang.
3)
Merumuskan hipotesis. Langkah peserta didik merumuskan
berbagai kemungkinan pemecahan sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki.
4)
Mengumpulkan data. Langkah peserta didik mencari dan
menggambarkan berbagai informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah.
5)
Pengujian hipotesis. Langkah peserta didik dalam
merumuskan dan mengambil kesimpulan sesuai dengan penerimaan dan penolakan
hipotesis yang diajukan
6)
Merumuskan rekomendasi pemecahan masalah. Langkah
peserta didik menggambarkan rekomendasi yang dapat dilakukan sesuai rumusan
hasil pengujian hipotesis dan rumusan kesimpulan.
3.
David Johnson & Johnson, memaparkan 5 langkah
melalui kegiatan kelompok :
1)
Mendefinisikan masalah. Merumuskan masalah dari
peristiwa tertentu yang mengandung konflik hingga peserta didik jelas dengan
masalah yang dikaji. Dalam hal ini guru meminta pendapat peserta didik tentang
masalah yang sedang dikaji.
2)
Mendiagnosis masalah, yaitu menentukan sebab-sebab
terjadinya masalah.
3)
Merumuskan alternatif strategi. Menguji setiap
tindakan yang telah dirumuskan melalui diskusi kelas.
4)
Menentukan & menerapkan strategi pilihan.
Pengambilan keputusan tentang strategi mana yang dilakukan.
5)
Melakukan evaluasi. Baik evaluasi proses maupun
evaluasi hasil.
4.
Secara umum langkah-langkah model pembelajaran ini
adalah :
1)
Menyadari Masalah. Dimulai dengan kesadaran akan
masalah yang harus dipecahkan. Kemampuan yang harus dicapai peserta didik
adalah peserta didik dapat menentukan atau menangkap kesenjangan yang dirasakan
oleh manusia dan lingkungan sosial.
2)
Merumuskan Masalah. Rumusan masalah berhubungan dengan
kejelasan dan kesamaan persepsi tentang masalah dan berkaitan dengan data-data
yang harus dikumpulkan. Diharapkan peserta didik dapat menentukan prioritas
masalah.
3)
Merumuskan Hipotesis. peserta didik diharapkan dapat
menentukan sebab akibat dari masalah yang ingin diselesaikan dan dapat
menentukan berbagai kemungkinan penyelesaian masalah.
4)
Mengumpulkan Data. peserta didik didorong untuk
mengumpulkan data yang relevan. Kemampuan yang diharapkan adalah peserta didik
dapat mengumpulkan data dan memetakan serta menyajikan dalam berbagai tampilan
sehingga sudah dipahami.
5)
Menguji Hipotesis. Peserta didik diharapkan memiliki
kecakapan menelaah dan membahas untuk melihat hubungan dengan masalah yang
diuji.
6)
Menetukan Pilihan Penyelesaian. Kecakapan memilih
alternatif penyelesaian yang memungkinkan dapat dilakukan serta dapat
memperhitungkan kemungkinan yang dapat terjadi sehubungan dengan alternatif
yang dipilihnya.
G. Sintak PBL
Pembelajaran berbasis masalah terdiri dari 5 fase dan prilaku. Perilaku tersebut
merupakan tindakan pola. Pola ini diciptakan agar hasil pembelajaran dengan
pengembangan pembelajaran berbasis maslaha dapat diwujudkan. Sintak
pembelajaran berbasis masalah sebagai berikut contoh:
|
FASE
|
PERILAKU
GURU
|
|
Fase 1
Memberikan orientasi tentang permasalahannya kepada
peserta didik
|
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran,
mendeskripsikan berbagai kebutuhan logistic penting dan memotivasi peserta
didik untuk terlibat dalam kegiatan mengatasi masalah.
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan
logistik yang dibutuhkan, mengajukan fenomena atau demonstrasi atau cerita
untuk memunculkan masalah, memotivasi peserta didik untuk terlibat dalam
pemecahan masalah yang dipilih.
|
|
Fase 2 Mengorganisasikan peserta untuk meneliti
|
Guru membantu peserta didik mendefinisikan dan
mengorganisasikan tugas-tugas belajar terkait atau berhubungan dengan
permasalahannya.
|
|
Fase 3
Membantu investigasi/penyelidikan mandiri atau
kelompok
|
Guru mendorong peserta didik untuk mendapatkan atau mengumpulkan
informasi yang tepat, melaksanakan eksperimen dan mencari penjelasan seta
solusi atau pemecahan masalah
|
|
Fase 4
Mengembangkan dan mempresentasikan hasil karya
|
Guru membantu peserta didik dalam merencanakan dan
menyiapkan karya yang seuai/tepat seperti laopran, rekaman video, dan
model-model serta membantu mereka untuk berbagi tugas kepada orang lain
|
|
Fase 5
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan
masalah
|
Guru membantu peserta didik melakukan refleksi atau
evaluasi terhadap investigasinya atau penyelidikan mereka dan proses-proses
yang mereka gunakan.
|
H. Penilaian dan Evaluasi
Prosedur-prosedur penilaian harus disesuaikan dengan tujuan pengajaran yang
ingin dicapai dan hal yang paling utama bagi guru adalah mendapatkan informasi
penilaian yang reliabel dan valid.
Prosedur evaluasi pada model
pembelajaran berbasis masalah ini tidak hanya cukup dengan mengadakan tes
tertulis saja, tetapi juga dilakukan dalam bentuk checklist, reating scales,
dan performance. Untuk evaluasi dalam bentuk performance atau kemampuan ini
dapat digunakan untuk mengukur potensi peserta didik untuk mengatasi masalah
maupun untuk mengukur kerja kelompok. Evaluasi harus menghasilkan definisi
tentang masalah baru, mendiagnosanya, dan mulai lagi proses penyelesaian baru.
I.
Keunggulan
dan Kelemahan Model PBL
Sebagai suatu model pembelajaran, model pembelajaran berbasis masalah
memiliki beberapa keunggulan, diantaranya :
1)
Pemecahan masalah merupakan teknik yang cukup bagus
untuk lebih memahami isi pelajaran.
2)
Pemecahan masalah dapat menantang kemampuan peserta
didik serta memberikan kepuasan untuk menentukan pengetahuan baru bagi peserta
didik.
3)
Pemecahan masalah dapat meningkatkan aktivitas
pembelajaran peserta didik.
4)
Pemecahan masalah dapat membantu peserta didik
bagaimana mentrasfer pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan
nyata.
5)
Pemecahan masalah dapat membantu peserta didik untuk
mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggungjawab dalam pembelajaran yang
mereka lakukan.
6)
Melalui pemecahan masalah dianggap lebih menyenangkan
dan disukai peserta didik.
7)
Pemecahan masalah dapat mengembangkan kemampuan
peserta didik untuk berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk
menyesuaikan dengan pengetahuan baru.
8)
Pemecahan masalah dapat memberikan kesempatan pada peserta
didik untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata.
9)
Pemecahan masalah dapat mengembangkan minat peserta
didik untuk secara terus menerus belajar.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran berbasis
masalah harus dimulai dengan kesadaran adanya masalah yang harus dipecahkan.
Pada tahapan ini guru membimbing peserta didik pada kesadaran adanya
kesenjangan atau gap yang dirasakan oleh manusia atau lingkungan sosial.
Kemampuan yang harus dicapai oleh peserta didik, pada tahapan ini adalah
peserta didik dapat menentukan atau menangkap kesenjangan yang terjadi dari
berbagai fenomena yang ada.
Disamping keunggulannya, model ini juga mempunyai kelemahan, yaitu :
1)
Manakala peserta didik tidak memiliki minat atau tidak
mempunyai kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan,
maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba.
2)
Keberhasilan strategi pembelajaran melalui problem
solving membutuhkan cukup waktu untuk persiapan.
3)
Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk
memecahkan masalah yang sedang dipelajari, maka mereka tidak akan belajar apa
yang mereka ingin pelajari.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pembelajaran Berbasis Masalah yang
berasal dari bahasa Inggris Problem-based
Learning adalah suatu pendekatan pembelajaran yang dimulai dengan
menyelesaikan suatu masalah, tetapi untuk menyelesaikan masalah itu peserta
didik memerlukan pengetahuan baru untuk dapat menyelesaikannya.
Tujuan yang ingin dicapai pleh SPBM adalah kemampuan siswa untuk berpikir
kritis, analistus dan logis untuk menemukan alternatif pemecahan masalah
melalui eksplorasi data secara empiris dalam rangka menumbuhkan sikap ilmiah.
Komponen-komponen pembelajaran berbasisi masalah dikemukakan oleh Arends,
diantaranya adalah Permasalahan autentik, Fokus interdisipliner, Pengamatan
autentik, Produk, Kolaborasi.
John Dewey seorang ahli pendidikan berkebangsaan Amerika memaparkan 6
langkah dalam pembelajaran berbasis masalah ini : merumuskan masalah,
menganalisis masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, pengujian hipotesis,
merumuskan rekomendasi pemecahan masalah.
Pembelajaran berbasis masalah terdiri dari 5 fase dan prilaku. Perilaku
tersebut merupakan tindakan pola.
B. Saran
1)
Bagi Mahasiswa Kebidanan
Diharapkan makalah ini menjadi referensi bacaan
untuk menambah pengetahuan mengenai problem Based Learning.
2) Bagi
masyarakat
Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi
baru sebagai sarana pendukung untuk memperluas wawasan khususnya dibidang metodik khusus, khususnya tentang problem
Based Learning.
DAFTAR PUSTAKA
http://iqbalpgrismg.blogspot.com/2012/12/makalah-pbl-problem-based-learning.html
http://yokealjauza.wordpress.com/2014/04/04/problem-based-learning-pbl/






1 komentar:
MGM Resorts, Ltd. - JTG Hub
MGM Resorts, Ltd. operates MGM Resorts 부산광역 출장샵 in Las Vegas, 광주 출장마사지 Nevada and is the primary owner of the resort's 춘천 출장안마 MGM Grand Hotel, 천안 출장안마 Resorts Casino, and Resorts 용인 출장샵
Posting Komentar