Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

ASAL-USUL KEHIDUPAN/MANUSIA (SURAH: AR RAHMAN AYAT 14, AL HIJR AYAT 28, AS SAJADAH AYAT 7, AS SHAFFAT AYAT 11, AL IMRAN AYAT 59)


senin, 19 januari 2015
 
TUGAS : KELOMPOK
KELAS : B

MATA KULIAH
ETIKA HUKUM KES. & PER-UU
ASAL-USUL KEHIDUPAN
(Ar Rahman: 14, Al Hijr: 28, As Sajadh: 7, As ShafFat: 11, Al Ilmran: 59)
 
OLEH:
r SISKA  SULFIANA (074)
r FARADILAH  RAMME (050)
r RINA  ERMAYANTI (072)

 
r SITTI  SARTI (076)
r YUSTINAR  WUSAMIN (080)
r ULFI  DAMAYANTI (078)

 
KELOMPOK 1
 
r SITTI  SARTI (076)
r YUSTINAR  WUSAMIN (080)
r ULFI  DAMAYANTI (078)

PROGRAM STUDI D-IV BIDAN PENDIDIK
STIKes MEGA REZKY MAKASSAR
KOTA MAKASSAR
T.A 2014/2015





BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang 
Manusia pada dasarnya adalah makhluk budaya yang harus membudayakan dirinya. Manusia sebagai makhluk budaya mampu melepaskan diri dari ikatan dorongan nalurinya serta mampu menguasai alam sekitarnya dengan alat pengetahuan yang dimilikinya. Hal ini berbeda dengan binatang sebagai makhluk hidup yang sama-sama makhluk alamiah dengan manusia dia tidak dapat melepaskan dari ikatan dorongan nalurinya dan terikat erat oleh alam sekitarnya.
Manusia diciptakan Allah Swt. Berasal dari saripati tanah, lalu menjadi nutfah, alaqah, dan mudgah sehingga akhirnya menjadi makhluk yang paling sempurna yang memiliki berbagai kemampuan. Oleh karena itu, manusia wajib bersyukur atas karunia yang telah diberikan Allah Swt.
Manusia menurut pandangan al-Quran, al-Quran tidak menjelaskan asal-usul kejadian manusia secara rinci. Dalam hal ini al-Quran hanya menjelaskan mengenai prinsip-prinsipnya saja. Ayat-ayat mengenai hal tersebut terdapat dalam surat Ar Rahman ayat 14, Al Hijr ayat 28, As Sajadah ayat 7, As Shafaat ayat 11, dan Al Imran ayat 59.
Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakan bermacam-macam istilah, seperti : Turab, Thien, Shal-shal, dan Sualalah. Hal ini dapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari bermacam-macam unsure kimiawi yang terdapat dari tanah. Adapun tahapan-tahapan dalam proses selanjutnya, al-Quran tidak menjelaskan secara rinci. Manusia yang sekarang ini, prosesnya dapat diamati meskipun secara bersusah payah. Berdasarkan pengamatan yang mendalam dapat diketahui bahwa manusia dilahirkan ibu dari rahimnya yang proses penciptaannya dimulai sejak pertemuan antara permatozoa dengan ovum.
Perbedaan pendapat tentang apakah adam manusia pertama atau tidak, diciptakan langsung atau melalui suatu proses tampaknya tidak akan ada ujungnya karena masing-masing akan teguh pada pendiriannya. Jika polemik ini senantiasa diperpanjang, jangan-jangan hanya akan menghabiskan waktu dan tidak sempat lagi memikirkan tentang status dn tugas yang telah ditetapkan Allah pada manusia al-Quran cukup lengkap dalam memberikan informasi tentang itu.
B.   Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan beberapa permasalah sebagai berikut:
1.      Dari apa manusia itu diciptakan?
2.      Bagaimana Pandangan Al-Quran terhadap asal usul kejadian manusia?
3.      Ayat- ayat apa saja yang menyebutkan asal-usul diciptakan manusia?
C.   Tujuan
Adapun yang menjadi Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui dari apa manusia itu diciptakan
2.      Untuk mengetahui pandangan Al- Quran terhadap asal usul kejadian manusia
3.      Untuk mengetahui ayat- ayat yang menjelaskan asal-usul diciptakan manusia
D.   Manfaat
Adapun yang menjadi manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Kita mengetahui dari apa manusia diciptakan.
2.      Kita mengetahui bagaimana pandangan Al Quran terhadap asal-usul manusia.
3.      Kita mengetahui ayat-ayat yang menjelaskan tentang manusia diciptakan.







BAB II
PEMBAHASAN
A.      Asal Usul Manusia Menurut Al- Qur’an
Manusia diciptakan Allah Swt. Berasal dari saripati tanah, lalu menjadi nutfah, alaqah, dan mudgah sehingga akhirnya menjadi makhluk yang paling sempurna yang memiliki berbagai kemampuan. Oleh karena itu, manusia wajib bersyukur atas karunia yang telah diberikan Allah Swt.
Manusia menurut pandangan al-Quran, al-Quran tidak menjelaskan asal-usul kejadian manusia secara rinci. Dalam hal ini al-Quran hanya menjelaskan mengenai prinsip-prinsipnya saja. Ayat-ayat mengenai hal tersebut terdapat dalam surat Nuh 17, Ash-Shaffat 11, Al-Mukminuun 12-13, Ar-Rum 20, Ali Imran 59, As-Sajdah 7-9, Al-Hijr 28, dan Al-Hajj 5.
Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakan bermacam-macam istilah, seperti : Turab, Thien, Shal-shal, dan Sualalah. Hal ini dapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari bermacam-macam unsure kimiawi yang terdapat dari tanah. Adapun tahapan-tahapan dalam proses selanjutnya, al-Quran tidak menjelaskan secara rinci. Manusia yang sekarang ini, prosesnya dapat diamati meskipun secara bersusah payah. Berdasarkan pengamatan yang mendalam dapat diketahui bahwa manusia dilahirkan ibu dari rahimnya yang proses penciptaannya dimulai sejak pertemuan antara permatozoa dengan ovum.
Dengan demikian al-Quran tidak berbicara tentang proses penciptaan manusia pertama. Yang dibicarakan secara terinci namun dalam ungkapan yang tersebar adalah proses terciptanya manusia dari tanah, saripati makanan, air yang kotor yang keluar dari tulang sulbi, alaqah, berkembang menjadi mudgah, ditiupkannya ruh, kemudian lahir ke dunia setelah berproses dalam rahim ibu. Ayat berserak, tetapi dengan bantuan ilmu pengetahuan dapat dipahami urutannya. Dengan demikian, pemahaman ayat akan lebih sempurna jika ditunjang dengan ilmu pengetahuan.
Manusia adalah mahluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Allah SWT. Kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah dimuka bumi ini. Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakan bermacam-macam istilah, seperti : Turab, Thien, Shal-shal, dan Sualalah.
Hal ini dapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari bermacam-macam unsur kimiawi yang terdapat dari tanah. Adapun tahapan-tahapan dalam proses selanjutnya, Al-Quran tidak menjelaskan secara rinci. Akan tetapi hampir sebagian besar para ilmuwan berpendapat membantah bahwa manusia berawal dari sebuah evolusi dari seekor binatang sejenis kera, konsep-konsep tersebut hanya berkaitan dengan bidang studi biologi. Anggapan ini tentu sangat keliru sebab teori ini ternyata lebih dari sekadar konsep biologi. Teori evolusi telah menjadi pondasi sebuah filsafat yang menyesatkan sebagian besar manusia. Dalam hal ini membuat kita para manusia kehilangan harkat dan martabat kita yang diciptakan sebagai mahluk yang sempurna dan paling mulia.
Walaupun manusia berasal dari materi alam dan dari kehidupan yang terdapat didalamnya, tetapi manusia berbeda dengan makhluk lainnya dengan perbedaan yang sangat besar karena adanya karunia Allah yang diberikan kepadanya yaitu akal dan pemahaman. Itulah sebab dari adanya penundukkan semua yang ada di alam ini untuk manusia, sebagai rahmat dan karunia dari Allah SWT. {“Allah telah menundukkan bagi kalian apa-apa yang ada di langit dan di bumi semuanya.”}(Q. S. Al-Jatsiyah: 13). {“Allah telah menundukkan bagi kalian matahari dan bulan yang terus menerus beredar. Dia juga telah menundukkan bagi kalian malam dan siang.”}(Q. S. Ibrahim: 33). {“Allah telah menundukkan bahtera bagi kalian agar dapat berlayar di lautan atas kehendak-Nya.”}(Q. S. Ibrahim: 32), dan ayat lainnya yang menjelaskan apa yang telah Allah karuniakan kepada manusia berupa nikmat akal dan pemahaman serta derivat (turunan) dari apa-apa yang telah Allah tundukkan bagi manusia itu sehingga mereka dapat memanfaatkannya sesuai dengan keinginan mereka, dengan berbagai cara yang mampu mereka lakukan. Kedudukan akal dalam Islam adalah merupakan suatu kelebihan yang diberikan Allah kepada manusia dibanding dengan makhluk-makhluk-Nya yang lain. Dengannya, manusia dapat membuat hal-hal yang dapat mempermudah urusan mereka di dunia. Namun, segala yang dimiliki manusia tentu ada keterbatasan-keterbatasan sehingga ada pagar-pagar yang tidak boleh dilewati.
Dengan demikian, manusia adalah makhluk hidup. Di dalam diri manusia terdapat apa-apa yang terdapat di dalam makhluk hidup lainnya yang bersifat khsusus. Dia berkembang, bertambah besar, makan, istirahat, melahirkan dan berkembang biak, menjaga dan dapat membela dirinya, merasakan kekurangan dan membutuhkan yang lain sehingga berupaya untuk memenuhinya. Dia memiliki rasa kasih sayang dan cinta,
B.       Ayat-ayat yang Menjelaskan Asal-usul Manusia
Ayat-ayat yang menyebutkan bahwa manusia diciptakan dari tanah, umumnya dipahami secara lahiriah. Hal ini itu menimbulkan pendapat bahwa manusia benar-benar dari tanah, dengan asumsi karena Tuhan berkuasa, maka segala sesuatu dapat terjadi. Akan tetapi ada sebagian umat Islam yang berpendapat bahwa Adam bukan manusia pertama. Pendapat tersebut didasarkan atas asumsi bahwa:
Ayat-ayat yang menerangkan bahwa manusia diciptakan dari tanah tidak berarti bahwa semua unsure kimia yang ada dalam tanah ikut mengalami reaksi kimia. Hal itu seperti pernyataan bahwa tumbuh-tumbuhan bahan makanannya dari tanah, karena tidak semua unsur kimia yang ada dalam tanah ikut diserap oleh tumbuh-tumbuhan, tetapi sebagian saja. Oleh karena itu bahan-bahan pembuk manusia yang disebut dalam al-Quran hanya merupakan petunjuk manusia yang disebut dalam al-Quran, hanya merupakan petunjuk dimana sebenarnya bahan-bahan pembentuk manusia yaitu ammonia, menthe, dan air terdapat, yaitu pada tanah, untuk kemudian bereaksi kimiawi.
Jika dinyatakan istilah “Lumpur hitam yang diberi bentuk” (mungkin yang dimaksud adalah bahan-bahan yang terdapat pada Lumpur hitam yang kemudian diolah dalam bentuk reaksi kimia). Sedangkan kalau dikatakan sebagai tembikar yang dibakar, maka maksudnya adalah bahwa proses kejadiannya melalui oksidasi pembakaran. Pada zaman dahulu tenaga yang memungkinkan terjadinya sintesa cukup banyak dan terdapat di mana-mana seperti panas dan sinar ultraviolet.
Ayat yang menyatakan ( zahir ayat ) bahwa jika Allah menghendaki sesuatu jadi maka jadilah ( kun fayakun ), bukan ayat yang menjamin bahwa setiap yang dikehendaki Allah pasti akan terwujud seketika. Dalam hal ini harus dibedakan antara kalimat kun fayakun dengan kun fa kana. Apa yang dikehendaki Allah pasti terwujud dan terwujudnya mungkin saja melalui suatu proses. Hal ini dimungkinkan karena segala sesuatu yang ada didunia juga mengalami prosi yang seperti dinyatakan antara lain dalam surat al-A’la 1-2 dan Nuh 14.
Di Al Qur'an disebutkan bahwa asal kejadian manusia terdiri dari 7 (tujuh) macam kejadian:
1.      Di surat Ar Rahman ayat 14: "Dia menjadikan manusia seperti tembikar (tanah yang dibakar)". Yang dimaksudkan dengan kata "Shal-shal" di ayat ini ialah: Tanah kering atau setengah kering yakni "Zat pembakar" atau Oksiggen.
2.      Di ayat itu disebutkan juga kata "Fakhkhar" yang maksudnya ialah "Zat Arang" atau Carbon.
3.      Di surat Al Hijr, ayat 28: "dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menciptakan seorang manusia dari tanah kering dan lumpur hitam yang berbentuk". Di ayat ini, tersebut juga "shal-shal" telah saya terangkan, sedangkan kata "Hamaa-in" di ayat tersebut ialah "Zat Lemas" atau Nitrogen.
4.      Di surat As Sajadah ayat 7: "Dan Allah membuat manusia berasal dari pada tanah". Yang dimaksud dengan kata "thien" (tanah) di ayat ini ialah "Atom zat air" atau Hidrogen.
5.      Di Surat Ash Shaffaat ayat 11: "Sesungguhnya Aku (Allah) menjadikan manusia daripada Tanah Liat". Yang dimaksud dengan kata "lazib" (tanah liat) di ayat ini ialah "Zat besi" atau ferrum.
6.      Di Surat Ali Imran ayat 59: "Dia menjadikan Adam daripada tanah kemudian Allah berfirman kepadanya "jadilah engkau, lalu berbentuk manusia". Yang dimaksud dengan kata "turab" (tanah) di ayat ini ialah: "Unsur-unsur zat asli yang terdapat di dalam tanah" yang dinamai "zat-zat anorganis".
7.      Di surat Al Hijr ayat 28: "Maka setelah Aku sempurnakan (bentuknya),lalu Kutiupkan ruh-Ku kepadanya"
Itulah  tujuh macam unsur dalam asal kejadian manusia menurut Al-qur'an yang di ambil dari K.H. Bahaudin Mudhary, almarhum (1920 –1979).
Setelah meneliti asal kejadian manusia yang diambil dari Al-Qur’an, penulis juga mencoba mengkaji proses penciptaan manusia yang dalam ha1 ini penulis merinci ke dalam beberapa tahap sehingga menjadi seorang manusia. Dimulai dari penciptaannya dari tanah, yaitu penciptaan Adam sebagai Bapak umat manusia dan anak cucunya tercipta dari saripati tanah dan air mani yang dalam Al-Qur’an karena makanan yang dimakan manusia semuanya bersumber dari tanah.
Kemudian makanan tersebut diolah menjadi air mani, lalu disalurkan ke dalam rahim dan menyatu dengan ovum perempuan dan berdiam disana, menetap dan berubah menjadi segumpal darah, selang beberapa waktu berubah lagi menjadi segumpal daging, kemudian Allah menyuruh malaikat untuk meniupkan ruh dan terciptalah janin dalam perut sang ibu sebagai calon manusia yang tinggal menunggu masa kelahiran.
Seperti hadists arba’in,tepatnya pada hadist yang ke empat,yang berbunyi: “Sesungguhnyatiap-tiap kalian di kumpulkan ciptaanya dalam rahim ibunya,selama 40 hari berupa nutfah (air mani yang kental),lalu menjadi alaqoh(segumpal darah)selama 40 hari pula,lalu menjadi mudghah(segumpal daging),selama itu pula,kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya dan mencatat 4(empat) hal yang sudah di tentukan, yakni : rezeki, ajal, amal, dan takdir baik dan buruk.(h.r Bukhori dan Muslim)
Kajian tentang asal-usul dan proses penciptaan manusia ini tidak hanya diambil dari Al-Qur’an dan Hadits akan tetapi dipadukan dengan buku-buku yang terkait dengan topik bahasan agar dapat ditarik sebuah kesimpulan yang benar.



v Ar-Rahman ayat  14
كَالْفَخَّارِ  صَلْصَالٍ مِنْ الْإِنْسَانَ خَلَقَ
Artinya: 
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,
Manusia diciptakan dari tanah liat (shalshal). Situasi eksistensialnya bertumpu pada struktur yang kokoh. Ketangguhan dan kekokohan manusia adalah gema dari kelembutannya. Unsur sejati dan hakikinya bersifat sangat lembut. Unsur paling lembutnya membuat hati menjadi terbuka dan terbebas dari nafsu atau kesedihan. Semakin terbuka hati seseorang, semakin mampu pula hati itu mengekspresikan keterbukaan—selama hati itu berada di tempat yang kokoh. Semakin besar nilai sesuatu, semakin keras dan aman tempatnya.
Makna ganda makna dari tanda menunjukkan adanya dualitas. Segala sesuatu dalam eksistensi memiliki citra cerminannya. Bagi manusia (ins), ada jin (jinn) yang tidak kasatmata. Dari keduanya, manusia adalah makhluk yang bisa dilihat. Kata uns mengandung arti keintiman, persahabatan, perlindungan. Kata nasiya juga berkaitan dengan ins, dan memiliki arti lupa. Kata nisa' (wanita), dari akar kata yang sama, adalah orang-orang yang membuat manusia lupa kepada Allah. Arti kata nisa' berkaitan juga dengan uns, karena wanita memang memberikan ketenangan dan ketenteraman.
Jin adalah makhluk yang tidak berwujud dalam bentuk fisik padat. Jin diciptakan dari api tak berasap, sebab asap adalah pemadatan materi dan, dengan sendirinya, memiliki kepadatan. Jin mempunyai berbagai keterbatasan, seperti halnya manusia. Dengan demikian, ada semacam kesamaan antara jin dan manusia.
Jin tersembunyi, tidak nampak. Kata jinn berkaitan dengan jannah, apa yang tersembunyi, surga yang pepohonannya begitu rimbun dan lebat, sehingga seseorang tidak bisa melihat tanah. Jin diciptakan dari api yang tak berasap. Sumber jinn dan ins adalah cahaya (nur). "Allah adalah cahaya langit dan bumi,..." (QS 24:35). Ketika cahaya itu turun, ketika cahaya itu "menjasad" atau ketika memungkinkan untuk dimanifestasikan atau direfleksikan, ia pun mengambil bentuk jinn dan ins.
Apa pun yang dilihat orang adalah suatu tanda, entah itu jinn atau ins. Bagaimana rnungkin manusia bisa mengingkari berbagai anugerah ini? Setiap tanda adalah anugerah; setiap tanda adalah rezeki. Apa yang dicari manusia sekarang ini adalah keyakinan untuk mengetahui bahwa setiap saat Tuhan Yang Maha Pengasih ada di balik setiap refleksi dalam penciptaan. Dikatakan bahwa jika seorang muslim membaca surah ar-Rahman setiap hari di waktu subuh, maka ia tidak akan sengsara atau, meskipun ia tampak sengsara dalam pandangan orang lain, ia sendiri hanya akan melihat rahmat dari Tuhan Yang Maha Pengasih. Pembaca menjadi apa yang dibaca: jika ia betul-betul membacanya, maka ia akan mengetahui apa yang dibacanya.
Ke mana pun manusia menghadapkan wajahnya, selalu dijumpai ada kemurahan dan nikmat Allah. Akan tetapi, manusia menerimanya begitu saja dan tidak mengetahui lagi bahwa segala sesuatunya berasal dari Allah. Manusia lupa dan menjadi terkecoh, karena ia sudah terikat dengan apa yang ada di depannya.
Karena manusia adalah makhluk paling mulia, boleh dikata ia memiliki kemampuan untuk mendengarkan gelombang radio lainnya. Ia dapat berpaling kepada jin, tetapi yang demikian itu adalah pelanggaran dan diharamkan. Ini seperti halnya mematai-matai seseorang. Jika seseorang ingin dikenal, maka ia akan menampilkan dirinya secara terbuka. Mengapa mendengarkan gelombang siarannya bila rumahnya tertutup bagi Anda? Seorang manusia yang pasrah dan sungguh-sungguh, karena diberi anugerah ini, harus menggunakannya sepenuhnya untuk mengabdi dan beribadah kepada Allah. Nabi Sulaiman a.s. mempunyai kemampuan berbicara dengan binatang. Sewaktu sedang berjalan-jalan dengan pasukannya, ia dapat mendengar semut-semut berbicara tentang kedatangannya.
Manusia tidak bisa mentoleransi apa yang ada dalam benaknya sendiri atau dalam benak orang lain. Sekiranya saja ia bisa mendengar apa yang akan terjadi pada dirinya, ia mungkin akan menembak dirinya sendiri. Setiap sistem memiliki berbagai keterbatasan sendiri, yang sekaligus merupakan kendala dan berkah. Fakta bahwa ada hal yang tampak dan tidak tampak adalah suatu anugerah. Segala sesuatu yang ada dalam wadahnya adalah refleksi dari kesempurnaan. Jika manusia menerima keterbatasan-keterbatasan itu, maka ia pun bisa merefleksikan kesempurnaan.

v Surat Al Hijr ayat 28    

15:28
Artinya:
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk,
v Surat As Sajadah ayat 7           
32:7
Artinya :
Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.
v Surat As Shaffat ayat 11
37:11
Artinya :
Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah): “Apakah mereka
yang lebih kukuh kejadiannya ataukah apa yang telah Kami ciptakan
itu?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.
v Surat Al Imran Ayat 59
http://c00022506.cdn1.cloudfiles.rackspacecloud.com/3_59.png
Artinya :    
Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.
(QS: Ali Imran Ayat: 59)
Perbedaan pendapat tentang apakah adam manusia pertama atau tidak, diciptakan langsung atau melalui suatu proses tampaknya tidak akan ada ujungnya karena masing-masing akan teguh pada pendiriannya. Jika polemik ini senantiasa diperpanjang, jangan-jangan hanya akan menghabiskan waktu dan tidak sempat lagi memikirkan tentang status dn tugas yang telah ditetapkan Allah pada manusia al-Quran cukup lengkap dalam memberikan informasi tentang itu.
Untuk memahami informasi tersebut secara mendalam, ahli-ahli kimi, biologi, dan lain-lainnya perlu dilibatkan, agar dalam memahami ayat-ayat tersebut tidak secara harfiah. Yang perlu diingatkan sekarang adalah bahwa manusia oleh Allah, diharapkan menjadi khalifah ( pemilih atau penerus ajaran Allah ). Status manusia sebagai khalifah , dinyatakan dalam al-baqarah 30. kata khalifah berasal dari kata khalafa yakhlifu khilafatan atau khalifatan yang berarti meneruskan, sehingga kata khalifah dapat diartikan sebagai pemilih atau penerus ajaran Allah. Kebanyakan umat Islam menerjemahkan dengan pemimpin atau pengganti, yang biasanya dihubungkan dengan jabatan pimpinan umat Islam sesudah Nabi Muhammad saw wafat , baik pimpinan yang termasuk khulafaurrasyidin maupun di masa Muawiyah-‘Abbasiah.
Perlu diingat bahwa istilah khalifah pernah dimunculkan Abu bakar pada waktu dipercaya untuk memimpin umat Islam. Pada waktu itu beliau mengucapkan inni khalifaur rasulillah, yang berarti aku adalah pelanjut sunah rasulillah. Dalam pidatonya setelah diangkat oleh umat Islam, abu bakar antara lain menyatakan “selama saya menaati Allah, maka ikutilah saya, tetapi apabila saya menyimpang, maka luruskanlah saya”. Jika demikian pengertian khalifah, maka tidak setiap manusia mampu menerima atau melaksanakan kekhalifahannya. Hal itu karena kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua orang mau memilih ajaran Allah.
Sejarah asal mula manusia menurut Islam dan teori evolusi menurut para ahli. Begitu banyak penemuan manusia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi masih ada satu permasalahan yang hingga kini belum mampu dijawab dan dijabarkan oleh manusia secara eksak dan ilmiah. Masalah itu ialah masalah tentang asal usul kejadian manusia.
Banyak para ahli mempercayai bahwa, kehidupan manusia berawal dari terpisahnya sebuah spesies hominid dari garis evolusi primata yang akan menurunkan simpanse dan gorila. Kemudian, hominid ini berkembang dan menurunkan manusia modern, Homo sapiens. pernyataan ini dipengaruhi oleh teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin.
Teori evolusi adalah suatu teori yang menyatakan bahwa makhluk hidup pada masa lampau, beradaptasi dan mengalami perubahan bentuk bagian-bagian tubuhnya. biasanya, proses ini terjadi dalam waktu yang sangat lama. Proses ini disebut evolusi.
Teori evolusi mengatakan bahwa manusia merupakan keturunan dari hominid. Hominid adalah makhluk hidup yang memiliki ciri-ciri diantara manusia dan kera. Banyak fosil-fosil hominid ini tersebar di seluruh bagian dunia. Fosil hominid tertua yang pernah ditemukan adalah Australopithecus africanus. Hominid ini ditemukan di Afrika. Australopithecus memiliki kapasitas otak sebesar 450 cc. Hominid ini sudah bisa berjalan dengan posisi tegak. Posisi tegak ini sangat penting karena, posisi ini memberikan beberapa keuntungan bagi hominid ini. Contohnya hominid ini sudah bisa melihat benda dalam jarak yang jauh dan ia sudah bisa memindahkan berat ke tangan.
Sekitar 2 juta tahun yang lalu, muncullah Homo habilis, spesies ini diperkirakan merupakan keturunan dari Australopithecus africanus. Homo habilis sudah memiliki kemampuan untuk membuat peralatan-peralatan kasar dari batu-batuan dan tulang hewan. Mereka bertahan hingga sekitar 1,5 juta tahun yang lalu. Kemudian, mereka digantikan oleh Homo Erectus.
Homo erectus adalah jenis hominid yang kemungkinan besar merupakan keturunan dari Homo Habilis. Homo erectus memiliki kapasitas otak yang lebih besar daripada Homo habilis. Mereka sudah mamou membuat peralatan yang lebih halus dan rapi dari bebatuan dan tulang hewan.
Kemudian, Homo erctus menurunkan Homo Neanderthalensis. Homo Neanderthalensis hidup di gua-gua dan telah bisa mengubur orang mati. Di beberapa wilayah, mereka mampu bertahan sampai 40.000 tahun yang lalu. Akan tetapi, mereka punah dan digantikan Homo sapiens, manusia modern.


BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
v  Manusia adalah makhluk utama, yaitu diantara semua makhluk natural dan supranatural, manusia mempunyai jiwa bebas dan hakikat hakikat yg mulia.
v  Manusia adalah kemauan bebas. Inilah kekuatannya yg luar biasa dan tidak dapat dijelaskan : kemauan dalam arti bahwa kemanusiaan telah masuk ke dalam rantai kausalitas sebagai sumber utama yg bebas – kepadanya dunia alam –world of nature–, sejarah dan masyarakat sepenuhnya bergantung, serta terus menerus melakukan campur tangan pada dan bertindak atas rangkaian deterministis ini. Dua determinasi eksistensial, kebebasan dan pilihan, telah memberinya suatu kualitas seperti Tuhan
v  Manusia adalah makhluk yg sadar. Ini adalah kualitasnya yg paling menonjol; Kesadaran dalam arti bahwa melalui daya refleksi yg menakjubkan, ia memahami aktualitas dunia eksternal, menyingkap rahasia yg tersembunyi dari pengamatan, dan mampu menganalisa masing-masing realita dan peristiwa. Ia tidak tetap tinggal pada permukaan serba-indera dan akibat saja, tetapi mengamati apa yg ada di luar penginderaan dan menyimpulkan penyebab dari akibat. Dengan demikian ia melewati batas penginderaannya dan memperpanjang ikatan waktunya sampai ke masa lampau dan masa mendatang, ke dalam waktu yg tidak dihadirinya secara objektif. Ia mendapat pegangan yg benar, luas dan dalam atas lingkungannya sendiri. Kesadaran adalah suatu zat yg lebih mulia daripada eksistensi.
v  Manusia adalah makhluk yg sadar diri. Ini berarti bahwa ia adalah satu-satuna makhluk hidup yg mempunyai pengetahuan atas kehadirannya sendiri ; ia mampu mempelajari, manganalisis, mengetahui dan menilai dirinya.
v  Manusia adalah makhluk kreatif. Aspek kreatif tingkah lakunya ini memisahkan dirinya secara keseluruhan dari alam, dan menempatkannya di samping Tuhan. Hal ini menyebabkan manusia memiliki kekuatan ajaib semu quasi miracolous yg memberinya kemampuan untuk melewati parameter alami dari eksistensi dirinya, memberinya perluasan dan kedalaman eksistensial yg tak terbatas, dan menempatkannya pada suatu posisi untuk menikmati apa yg belum diberikan alam.
v  Manusia adalah makhluk idealis, pemuja yg ideal. Dengan ini berarti ia tidak pernah puas dengan apa yg ada, tetapi berjuang untuk mengubahnya menjadi apa yg seharusnya. Idealisme adalah faktor utama dalam pergerakan dan evolusi manusia. Idealisme tidak memberikan kesempatan untuk puas di dalam pagar-pagar kokoh realita yg ada. Kekuatan inilah yg selalu memaksa manusia untuk merenung, menemukan, menyelidiki, mewujudkan, membuat dan mencipta dalam alam jasmaniah dan ruhaniah.
v  Manusia adalah makhluk moral. Di sinilah timbul pertanyaan penting mengenai nilai. Nilai terdiri dari ikatan yg ada antara manusia dan setiap gejala, perilaku, perbuatan atau dimana suatu motif yg lebih tinggi daripada motif manfaat timbul. Ikatan ini mungkin dapat disebut ikatan suci, karena ia dihormati dan dipuja begitu rupa sehingga orang merasa rela untuk membaktikan atau mengorbankan kehidupan mereka demi ikatan ini.
v  Manusia adalah makhluk utama dalam dunia alami, mempunyai esensi uniknya sendiri, dan sebagai suatu penciptaan atau sebagai suatu gejala yg bersifat istimewa dan mulia. Ia memiliki kemauan, ikut campur dalam alam yg independen, memiliki kekuatan untuk memilih dan mempunyai andil dalam menciptakan gaya hidup melawan kehidupan alami. Kekuatan ini memberinya suatu keterlibatan dan tanggung jawab yg tidak akan punya arti kalau tidak dinyatakan dengan mengacu pada sistem nilai.
B.       Saran
Perbedaan pendapat tentang apakah adam manusia pertama atau tidak, diciptakan langsung atau melalui suatu proses tampaknya tidak akan ada ujungnya karena masing-masing akan teguh pada pendiriannya. Jika polemik ini senantiasa diperpanjang, jangan-jangan hanya akan menghabiskan waktu dan tidak sempat lagi memikirkan tentang status dan tugas yang telah ditetapkan Allah pada manusia al-Quran cukup lengkap dalam memberikan informasi tentang itu. Maka dari itu kita sebagai umat islam diharapkan dan wajib mengetahui asal-usul manusia.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: