SENIN, 19 JANUARI
TUGAS : KELOMPOK
KELAS : B
MATA KULIAH
ASUHAN KEBIDANAN
IBU HAMIL DENGAN PREEKLAMSIA BERAT

DOSEN PENGAMPUH: HJ.
WAODE ALIAH, SKM.,M.KES
OLEH:
|
|
PROGRAM STUDI D-IV
BIDAN PENDIDIK
STIKes MEGA REZKY
MAKASSAR
KOTA MAKASSAR
T.A 2014/2015
KATA PENGANTAR
Asslam
‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh!!!
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang
telah memberikan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan
makalah yang ini dengan tepat waktu.
Untuk penyelesaian Makalah ini penyusun mendapatkan bantuan
dari Dosen Pengampuh, oleh sebab itu penyusun mengucapkan terima kasih kepada Ibu
“Hj. Waode Aliah, SKM.,M.Kes” selaku Dosen Pengampuh Mata Kuliah
ini.
Dalam proses belajar, Penyusun menyadari
apa yang tertuang dalam Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari segi
penulisan maupun pengkajian. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati kritik
dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan Makalah ini.
Akhir kata, semoga Makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua. Semoga Allah SWT memberikan balasan yang lebih baik
atas segala keikhlasan hati dan bantuan dari semua pihak serta mendapat Rahmat dan
Berkah dari Allah SWT. Amin Ya Rabbal Alamin!
Wasslam
‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh!!!
Makassar, 14 Januari 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ........................................................................................ i
KATA PENGANTAR ..................................................................................... ii
DAFTAR ISI ..................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .............................................................................
B. Rumusan Masalah ........................................................................
C. Tujuan ..........................................................................................
D. Manfaat ........................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
A.
Defenisi
.......................................................................................
B.
Etiologi
Preeklampsia Berat ........................................................
C.
Tanda dan
gejala
........................................................................
D. Patofisiologis Preeklampsia Berat ..............................................
E. Pencegahan Preeklampsia Berat
.................................................
F. Faktor Resiko .............................................................................
G. Penatalaksanaan
H. Komplikasi .................................................................................
BAB III SIMPULAN
DAN SARAN
A. Simpulan ....................................................................................
B. Saran ..........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Begitu banyak kasus ibu hamil yang disebabkan oleh pre-eklamsi berat tidak
dapat ditangani dengan baik yang disebabkan oleh kurangnya kepedulian ibu untuk
melakukan pemeriksaan teratur pada bidan dan juga ketidakperhatiannya bidan
dalam megontrol ibu hamil dengan baik di daerahnya. Dengan disusunya makalah
in, semoga akan leih menjadarkan kita utuk lebih memperhatikan ibu hamil dengan
maslah pre-eklamsi berat sehingga dapat menurunkan drajat kecacatan ibu dan
janin bahkan menyebabkan kematian. Makalah ini bermanfaat untuk masyarakat
umum, secara khusus mahaiswa kebidanan guna untuk menambah pengetahuan. Semoga
bermanaat untuk smua, Amin.
B. Tujuan
1.
Mahasiswa dapat mengetahui defenisi pre-eklamsi berat
2.
Mahasiswa dapat memahami tanda dan gejala yang dialami
PEB
3.
Mahasiswa dapat menangani sesui wewenangnya terhadp
pasien PEB
4.
Mahasiswa dapat mengaplikasikan masalah PEB dalam
sebuah Asuhan Kebidanan
C. Rumusan masalah
1.
Bagaimana cara menangani ibu hamil dengan kasus PEB ?
2.
Apa sajakah tindakan yang dapat dilakukan oleh seorang
bidan sesuai wewenangnya ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Defenisi
Pre-eklamsi
berat adalah suatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan timbulnya
hipertensi 160/110 mmHg atau lebih disertai proteinuria dan/atau edema pada
kehamilan 20 minggu atau lebih (Ai Yeyeh.R, 2011). Sedangkan menurut Rozihan
(2007), Pre-eklampsia berat ialah penyakit dengan
tanda-tanda khas seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), pembengkakan
jaringan (edema), dan ditemukannya protein dalam urin (proteinuria) yang timbul
karena kehamilan. Penyakit ini umumnya terjadi dalam triwulan ke-3 kehamilan,
tetapi dapat juga terjadi pada trimester kedua kehamilan. Pre eklamasi
berat menurut Ilmu Kebidanan Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiharjo, Fak. UI
Jakarta (1998), diikuti dengan timbulnya hipertensi disertai protein urin dan
edema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah
persalinan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pre-eklamsia berat adalah
komplikasi yang terjadi pada saat kehamilan dengan ciri yang khas yaitu
disertai dengan hipertensi ≥160/110 mmHg dan atau disertai dengan adanya
protein urine positif 2 dan atau 3 dan lazim disertai dengan oedema pada
kehamilan ≤20 minggu.
B. Etiologi preeklamsia berat
Etiologi
penyakit ini sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Banyak teori-teori
dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya. Oleh karena
itu disebut “penyakit teori” namun belum ada memberikan jawaban yang memuaskan.
Tetapi terdapat suatu kelainan yang menyertai penyakit ini yaitu :
- Spasmus
arteriola
- Retensi Na
dan air
- Koagulasi
intravaskuler
Walaupun
vasospasme mungkin bukan merupakan sebab primer penyakit ini, akan tetapi
vasospasme ini yang menimbulkan berbagai gejala yang menyertai eklampsia
(Obstetri Patologi : 1984)
Teori yang
dewasa ini banyak dikemukakan sebagai sebab preeklampsia ialah iskemia
plasenta. Akan tetapi, dengan teori ini tidak dapat diterangkan semua hal yang
bertalian dengan penyakit itu. Rupanya tidak hanya satu faktor, melainkan
banyak faktor yang menyebabkan preeklampsia dan eklampsia. (Ilmu Kebidanan :
2005).
Faktor
pertama adalah genetik, jika ibu atau mertua kita memiliki riwayat
preeklampsia, kita juga berisiko mengalaminya pada satu
kali atau lebih kehamilan, yang kedua adalah adanya kelainan pembuluh darah.
Penyempitan pembuluh darah bisa mengakibatkan suplai darah ke organ-organ vital
seperti ginjal dan hati jadi berkurang.
Preeklamsia
biasanya terjadi pada kehamilan pertama. Penyebab pasti preeklamsia
hingga saat
ini belum diketahui dengan jelas. Diduga karena kondisi plasenta yang tidak
tertanam dengan baik, kekurangan oksigen atau ada gangguan pada pembuluh darah
si ibu.
Faktor
makanan diduga juga bisa menyebabkan preeklamsia pada kehamilan. Kekurangan
kalsium pada tubuh ibu hamil yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah
yang berujung
pada preeklamsia. Kalsium dapat membantu menjaga pembuluh darah dan menjaga
tekanan darah tetap normal. Demikian pula, kekurangan protein, protein
yang berlebihan, minyak ikan, vitamin D dan faktor makanan lainnya juga
berperan sebagai penyebab preeklamsiaa.
Obesitas
juga disebut-sebut sebagai penyebab lain preeklamsia. Indeks masa tubuh yang
tinggi berkaitan dengan diabetes, tekanan darah tinggi serta resistensi
insulin, dapat mempengaruhi sistem inflamasi.
C. Tanda Dan Gejala
Adapun tanda
dan gejala yang terjadi pada ibu hamil yang mengalami pre-eklamsi berat yaitu
tekanan darah sistolik >160 mmHg dan diastolik >110 mmHg, terjadi
peningkatan kadar enzim hati dan atau ikterus, trombosit <100.000/mm3,
terkadang disertai oligouria<400ml/24 jam, protein urine >2-3 gr/liter,
ibu hamil mengeluh nyeri epigastrium, skotoma dan gangguan visus lain atau
nyeri frontal yang berat, perdarahan retina dan oedema pulmonum. Terdapat
beberapa penyulit juga yang dapat terjadi, yaitu kerusakan organ-organ tubuh
seperti gagal ginjal, gagal jantung, gangguan fungsi hati, pembekuan darah,
sindrom HELLP, bahkan dapat terjadi kematian pada bayi, ibu dan atau keduanya
bila pre-eklamsi tidak segera ditangani dengan baik dan benar (Ai Yeyeh.R,
2011).
D. Patofisiologis Preeklamsia Berat
Pada pre
eklampsia terjadi spasme pembuluh darah disertai dengan retensi garam dan air.
Pada biopsi ginjal ditemukan spasme hebat arteriola glomerulus. Pada beberapa kasus,
lumen arteriola sedemikian sempitnya sehingga hanya dapat dilakui oleh satu sel
darah merah. Jadi jika semua arteriola dalam tubuh mengalami spasme, maka
tenanan darah akan naik sebagai usaha untuk mengatasi tekanan perifer agar
oksigenasi jaringan dapat dicukupi. Sedangkan kenaikan berat badan dan edema
yang disebabkan oleh penimbunan air yang berlebihan dalam ruangan interstitial
belum diketahui sebabnya, mungkin karena retensi air dan garam. Proteinuria
dapat disebabkan oleh spasme arteriola sehingga terjadi perubahan pada
glomerulus (Sinopsis Obstetri, Jilid I, Halaman 199).
Pada
preeklampsia yang berat dan eklampsia dapat terjadi perburukan patologis pada
sejumlah organ dan sistem yang kemungkinan diakibatkan oleh vasospasme dan
iskemia (Cunniangham,2003).
Wanita
dengan hipertensi pada kehamilan dapat mengalami peningkatan respon terhadap
berbagai substansi endogen (seperti prostaglandin, tromboxan) yang dapat
menyebabkan vasospasme dan agregasi platelet. Penumpukan trombus dan
perdarahan dapat mempengaruhi sistem saraf pusat yang ditandai dengan sakit
kepala dan defisit syaraf lokal dan kejang. Nekrosis ginjal dapat menyebabkan
penurunan laju filtrasi glomelurus dan proteinuria. Kerusakan hepar dari
nekrosis hepatoseluler menyebabkan nyeri epigastrium dan peningkatan tes fungsi
hati. Manifestasi terhadap kardiovaskuler meliputi penurunan volume
intavaskuler, meningkatnya kardiakoutput dan peningkatan tahanan pembuluh
perifer. Peningkatan hemolisis microangiopati menyebabkan anemia dan trobositopeni.
Infark plasenta dan obstruksi plasenta menyebabkan pertumbuhan janin terhambat
bahkan kematian janin dalam rahim (Michael,2005).
Perubahan
pada organ :
1.
Perubahan kardiovaskuler
Gangguan
fungsi kardiovaskuler yang parah sering terjadi pada preeklamsia dan eklampsia.
Berbagai gangguan tersebut pada dasarnya berkaitan dengan peningkatan afterload
jantung akibat hipertensi, preload jantung yang secara nyata dipengaruhi oleh
berkurangnya secara patologis hipervolemia kehamilan atau yang secara
iatrogenik ditingkatkan oleh larutan onkotik/kristaloid intravena, dan aktifasi
endotel disertai ekstravasasi kedalam ekstravaskuler terutama paru
(Cunningham,2003).
2.
Metablisme air dan elektrolit
Hemokonsentrasi
yang menyerupai preeklampsia dan eklampsia tidak diketahui penyebabnya. jumlah
air dan natrium dalam tubuh lebih banyak pada penderita preeklamsia dan
eklampsia dari pada wanita hamil biasa atau penderita dengan hipertensi kronik.
Penderita preeklamsia tidak dapat mengeluarkan dengan sempurna air dan garam
yang diberikan. Hal ini disebabkan oleh filtrasi glomerulus menurun, sedangkan
penyerapan kembali tubulus tidak berubah. Elektrolit, kristaloid, dan protein
tidak mununjukkan perubahan yang nyata pada preeklampsia. Konsentrasi kalium,
natrium, dan klorida dalam serum biasanya dalam batas normal (Trijatmo,2005).
3.
Mata
Dapat
dijumpai adanya edema retina dan spasme pembuluh darah. Selain itu dapat
terjadi ablasio retina yang disebabkan oleh edema intraokuler dan merupakan
salah satu indikasi untuk melakukan terminasi kehamilan. Gejala lain yang
menunjukkan pada preeklampsia berat yang mengarah pada eklampsia adalah adanya
skotoma, diplopia dan ambliopia. Hal ini disebabkan oleh adaanya perubahan
peredaran darah dalam pusat penglihatan dikorteks serebri atau didalam retina
(Rustam,1998).
4.
Otak
Pada
penyakit yang belum berlanjut hanya ditemukan edema dan anemia pada korteks
serebri, pada keadaan yang berlanjut dapat ditemukan perdarahan
(Trijatmo,2005).
5.
Uterus
Aliran darah
ke plasenta menurun dan menyebabkan gangguan pada plasenta, sehingga terjadi
gangguan pertumbuhan janin dan karena kekurangan oksigen terjadi gawat janin.
Pada preeklampsia dan eklampsia sering terjadi peningkatan tonus rahim dan
kepekaan terhadap rangsangan, sehingga terjad partus prematur.
6.
Paru2
Kematian ibu
pada preeklampsia dan eklampsia biasanya disebabkan oleh edema paru yang
menimbulkan dekompensasi kordis. Bisa juga karena aspirasi pnemonia atau abses
paru (Rustam, 1998).
E. Pencegahan Preeklamsia Berat
Pemeriksaan antenatal yang teratur
dan teliti dapat menemukan tanda-tanda dini preeklampsia, dan dalam hal itu
harus dilakukan penanganan semestinya. Kita perlu lebih waspada akan timbulnya
preeklampsia dengan adanya faktor-faktor predisposisi seperti yang telah
diuraikan di atas. Walaupun timbulnya preeklamsia tidak dapat dicegah
sepenuhnya, namun frekuensinya dapat dikurangi dengan pemberian penerangan
secukupnya dan pelaksanaan pengawasannya yang baik pada wanita hamil.
Penerangan tentang manfaat istirahat dan diet berguna dalam pencegahan. Istirahat
tidak selalu berarti berbaring di tempat tidur, namun pekerjaan sehari-hari
perlu dikurangi, dan dianjurkan lebih banyak duduk dan berbaring. Diet tinggi
protein dan rendah lemak, karbohidrat, garam dan penambahan berat badan yang
tidak berlebihan perlu dianjurkan. Mengenal secara dini preeklampsia dan segera
merawat penderita tanpa memberikan diuretika dan obat antihipertensif, memang
merupakan kemajuan yang penting dari pemeriksaan antenatal yang baik.
F. Faktor Resiko
Menurut Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawiharjo (2005), faktor resiko pre- eklamsia berat adalah :
1.
Riwayat Preeklampsia
2.
Primigravida, karena pada primigravida pembentukan
antibody penghambat (blocking antibodies) belum sempurna sehingga meningkatkan
resiko terjadinya Preeklampsia
3.
Kegemukan
4.
Kehamilan ganda, Preeklampsia lebih sering terjadi
pada wanita yang mempunyai bayi kembar atau lebih.
5.
Riwayat penyakit tertentu. Penyakit tersebut meliputi
hipertensi kronik, diabetes, penyakit ginjal atau penyakit degenerate seperti
reumatik arthritis atau lupus.
G. Penatalaksanaan
Ditinjau
dari umur kehamilan dan perkembangan gejala-gejala pre-eklamsia berat selama
perawatan maka perawatan dibagi menjadi perawatan aktif yaitu kehamilan segera
diakhiri atau diterminasi ditambah pengobatan medicinal dan perawatan
konservatif yaitu kehamilan tetap dipertahankan ditambah pengobatan medicinal
(AYeyeh.R, 2011). Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut :
1.
Perawatan aktif
Pada setiap penderita sedapat
mungkin sebelum perawatan aktif dilakukan pemeriksaan fetal assesment yakni
pemeriksaan nonstrees test (NST) dan ultrasonograft (USG), dengan indikasi
(salah satu atau lebih), yakni :
a)
Pada ibu
Usia kehamilan 37 minggu atau lebih,
dijumpai tanda-tanda atau gejala impending eklamsia, kegagalan terapi
konservatif yaitu setelah 6 jam pengobatan meditasi terjadi kenaikan desakan
darah atau setelah 24 jam perawatan edicinal, ada gejala-gejala status quo
(tidak ada perbaikan).
b)
Janin
Hasil fetal assesment jelek (NST dan
USG) yaitu ada tanda intra uterine growth retardation (IUGR)/janin terhambat.
c)
Hasil laboratorium
Adanya HELLP syndrome (haemolisis
dan peningkatan fungsi hepar dan trombositopenia).
2.
Pengobatan medicinal pasien pre-eklamsi berat
(dilakukan dirumah sakit dan atas instruksi dokter), yaitu segera masuk rumah
sakit dengan berbaring miring ke kiri ke satu sisi. Tanda vital diperiksa
setiap 30 menit, reflek patella setiap jam, infus dextrose 5% dimana setiap 1
liter diselingi dangan infus RL (60-125 cc/jam) 500cc, berikan antasida, diet
cukup protein, rendah karbohidrat, lemak dan garam, pemberian obat anti kejang
(MgSO4), diuretikum tidak diberikan kecuali bila ada tanda-tanda edema paru,
payah jantung kongestif atau edema anasarka. Diberikan furosemid injeksi 40
mg/IM.
3.
Antihipertensi diberikan bila tekanan darah sistolis
lebih 180 mmHg atau MAP lebih 125 mmHg. Sasaran pengobatan adalah tekanan
diastolis kurang 105 mmHg (bukan kurang 90 mmHg) karena akan menurunkan perfusi
plasenta, dosis antihipertensi sama dengan dosis antihipertensi pada umumnya.
4.
Bila dibutuhkan penurun darah secepatnya, dapat
diberikan obat-obat antihipertensi parenteral (tetesan kontinyu), catapres
injeksi. Dosis yang biasa dipakai 5 ampul dalam 500cc cairan infus atau press
disesuaikan dengan tekanan darah.
5.
Bila tidak tersedia antihipertensi parenteral dapat
diberikan tablet antihipertensi secara
sublingual diulang selang 1 jam, maksimal 4-5 kali. Bersama dengan awal
pemberian sublingual maka obat yang sama mulai diberikan secara oral (Syakib
Bakri, 1997).
6.
Pengobatan jantung jika ada indikasinya yakni ada
tanda-tanda menjurus payah jantung, diberikan digitalisasi cepat dengan
celidanid D.
7.
Lain-lain seperti konsul bagian penyakit dalam/jantung
atau mata. Obat-obat antipiretik diberikan bial suhu rectal lebih dari 38,5 0C
dapat dibantu dengan pemberian kompres dingin atau alkohol atau xylomidon 2 cc
secara IM, antibiotik diberikan atas indikasi saja. Diberikan ampicillin 1 gr/6
jam secara IV perhari. Anti nyeri bila penderita kesakitan atau gelisah karena
kontraksi uterus. Dapat diberikan petidin HCL 50-75 mg sekali saja,
selambat-lambatnya 2 jam sebelum janin lahir.
8.
Pengobatan Obstetrik
Pengobatan obstetri dilakukan dengan
cara terminasi terhadap kehamilan yang belum inpartu, yaitu :
a)
Induksi persalinan: tetesan oksitocyn dengan syarat
nilai bishop 5 atau lebih dan dengan fetal heart monitoring.
b)
Seksio Sesaria (dilakukan oleh dokter ahli kandungan),
bila: fetal assessment jelek. Syarat tetesan oksitocyn tidak dipenuhi (nilai
bishop <5) atau adanya kontraindikasi tetesan oksitocyn; 12 jam setelah
dimulainya tetesan oksitocyn belum masuk fase aktif. Pada primigravida lebih
diarahkan untuk dilakukan terminasi dengan seksio sesaria.
H. Komplikasi
1)
Komplikasi pada ibu
Ø
Atonia uteri
Ø
Sindrom hellp(hemolysis,elevated liver
enzymes,low platelet count)
Ø
Ablasi retina
Ø
Gagal jantung
Ø
Syok dan kematian
2)
Komplikasi pada janin
Ø
Pertumbuhan janin terhambat
Ø
Prematuritas
Ø
Kematian janin
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pre-eklamsi
berat adalah suatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan timbulnya
hipertensi 160/110 mmHg atau lebih disertai proteinuria dan/atau edema pada
kehamilan 20 minggu atau lebih (Ai Yeyeh.R, 2011). Sedangkan menurut Rozihan
(2007), Pre-eklampsia berat ialah penyakit dengan
tanda-tanda khas seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), pembengkakan jaringan (edema), dan ditemukannya
protein dalam urin (proteinuria) yang timbul karena kehamilan.
Faktor
pertama adalah genetik, jika ibu atau mertua kita memiliki riwayat
preeklampsia, kita juga berisiko mengalaminya pada satu
kali atau lebih kehamilan, yang kedua adalah adanya kelainan pembuluh darah.
Penyempitan pembuluh darah bisa mengakibatkan suplai darah ke organ-organ vital
seperti ginjal dan hati jadi berkurang.
Preeklamsia
biasanya terjadi pada kehamilan pertama. Penyebab pasti preeklamsia
hingga saat
ini belum diketahui dengan jelas. Diduga karena kondisi plasenta yang tidak
tertanam dengan baik, kekurangan oksigen atau ada gangguan pada pembuluh darah
si ibu.
Komplikasi
yaitu Komplikasi
pada ibu (Atonia uteri, Sindrom hellp (hemolysis,elevated liver enzymes,low
platelet count), Ablasi retina, Gagal jantung, Syok dan kematian, sedangkan
Komplikasi pada janin (Pertumbuhan janin terhambat, Prematuritas, Kematian
janin, Solusio plasenta
B. Saran
Pre-eklamsia berat memiliki beberapa faktor penyebab seperti faktor genetik
namun pelaksanaannya harus diawai dengan baik oleh tenaga kesehatan supaya
dapat ditanggulangi dan tidak terjadi eklamsia yang dapat membahayakan
kesehatan ibu dan janin.
DAFTAR PUSTAKA
Ochtar,
Rustam. 1998.Sinopsis Obstetri. ObstetriFisiologi Dan ObstetriPatologi. Jilid 1. Jakarta: EGC. Hlm: 198-208.
Prawirohardjo,
Sarwono. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono
TINJAUAN
KASUS
ASUHAN
KEBIDANAN PADA IBU HAMIL PATOLOGIS
Ny.Y G1P0A0Ah0UMUR
KEHAMILAN 28 MINGGU UMUR 23 TAHUN
DI BPS CINTA
KASIH, SLEMAN, YOGYAKARTA
No.Register :
0808
Masuk RS/PKM/BPM Tanggal/Pukul : 25-09-2012/12.00 WIB
Dirawat di ruang :
periksa
I.
PENGKAJIAN
Tanggal/Pukul :25-09-2012/12.00
WIB Oleh : bidan M
A.
Biodata
1.
Nama Klien
|
:
|
Ny.Y
|
Nama Suami
|
:
|
Tn. T
|
2.
Umur
|
:
|
23 tahun
|
Umur
|
:
|
28 tahun
|
3.
Suku/ Kebangsaan
|
:
|
Jawa/indonesia
|
Suku/
Kebangsaan
|
:
|
Jawa/Indonesia
|
4.
Agama
|
:
|
Islam
|
Agama
|
:
|
Islam
|
5.
Pendidikan
|
:
|
SMA
|
Pendidikan
|
:
|
SMA
|
6.
Pekerjaan
|
:
|
IRT
|
Pekerjaan
|
:
|
Wiraswasta
|
7.
Alamat
|
:
|
Lumbungrejo
|
Alamat
|
:
|
Lumbunggrejo
|
B.
Data Subyektif
1.
Alasan datang / di rawat
Ibu
mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya.
2.
Keluhan utama
Ibu
mengatakan pusing,pandangan kabur dan nyeri perut bagian atas.
3.
Riwayat menstruasi
Menarche : 13tahun Siklus :
28 hari
Lama : 6 hari Teratur :
ya
Sifat darah : cair Keluhan : tidak ada
4.
Riwayat perkawinan
Status
perkawinan : sah Menikah ke : 1
Lama : 1 tahun Usia menikah pertama kali : 22
5.
Riwayat obstetrik : G1P0A0Ah0
Hamil
ke
|
Persalinan
|
nifas
|
||||||
Tanggal
|
Umur
kehamilan
|
Jenis
persalinan
|
Komplikasi
|
JK
|
BB
lahir
|
laktasi
|
komplikasi
|
|
Hamil ini
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
6. Riwayat kontrasepsi
yang digunakan
No
|
Jenis
Kontrasepsi
|
Pasang
|
lepas
|
||||||
tanggal
|
Oleh
|
Tempat
|
keluhan
|
tanggal
|
Oleh
|
tempat
|
alasan
|
||
1.
|
Belum
penah memakai kontrasepsi
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
7. Riwayat kehamilan
sekarang
a. HPM
: 12 maret 2012
b. ANC pertama umur
kehamilan : 6 minggu
c. Kunjungan ANC
Trimester I
Frekuensi
: 2x
Keluhan
: mual,pusing
Komplikasi :
tidak ada
Terapi
: pamol + antasida 1x1
Trimester II
Frekuensi
: 1x
Keluhan
:pusing
Komlikasi
: tidak ada
Terapi
: tablet Fe, kalsium laktat,pamol
Trimester III
Frekuensi
: -
Keluhan
: -
Komplikasi
: -
Terapi
: -
d. Imunisasi TT
: 1 kali
TT 1 : 25
februari 2012
TT 2 : 26
maret 2012
TT 3 :
-
TT 4 :
-
TT 5 :
-
e. Pergerakan
janin selama 24 jam (dalam sehari)
Ibu
mengatakan merasakan pergerakan janinnya > 10 kali sehari.
8. Riwayat kesehatan
a. Penyakit yang
pernah/sedang diderita (menular,menurun dan menahun)
- Ibu
mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular seperti HIV/AIDS,Hepatitis
B,TBC
- Ibu
mengatakan tidak pernah menderita penyakit menurun seperti DM, Hipertensi,
- Ibu
mengatakan tidak pernah menderita penyakit menahun seperti jantung, ginjal,
paru-paru
b. Penyakit yang
pernah/sedang diderita keluarga (menular,menurun dan menahun)
- Ibu
mengatakan keluarga tidak pernah menderita penyakit menular seperti
HIV/AIDS,Hepatitis B,TBC
- Ibu
mengatakan keluarga tidak pernah menderita penyakit menurun seperti DM dan
Hipertensi
- Ibu
mengatakan keluarga tidak pernah menderita penyakit menahun seperti jantung,
ginjal, paru-paru
c. Riwayat
keturunan kembar
- Ibu
mengatakan tidak memiliki riwayat keturunan kembar
d. Riwayat operasi
- Ibu
mengatakan tidak pernah menjalani operasi apapun
e. Riwayat alergi
obat
- Ibu
mengatakan tidak memiliki alergi obat apapun
9. Pola pemenuhan
kebutuhan
Sebelum
hamil
saat hamil
a. Nutrisi
Makan
Frekuensi
: 3 x
sehari
3 x sehari
Jenis
:
nasi,lauk,sayur
nasi,lauk, sayur
Porsi
: 1
piring
1 piring
Keluhan
: tidak
ada
tidak ada
Pantangan
: tidak
ada
tidak ada
Minum
Frekuensi
: 5 kali
sehari
7 kali sehari
Jenis
: air
putih,teh
air putih,teh, susu
Porsi
: 1
gelas
1 gelas
Keluhan
: tidak
ada
cepat haus
Pantangan
: tidak
ada
tidak ada
b. Eliminasi
BAB
Frekuensi
2 xsehari
1xsehari
Warna
:
kuning
kuning
Konsistensi
:
lembek
lembek
Keluhan
: tidak
ada
tidak ada
BAK
Frekuensi
:
6xsehari
8-9 xsehari
Warna
:
kuning
kuning,jernih
Konsistensi
:
cair
cair
Keluhan
:tidak
ada
tidak ada
c. Istirahat
Tidur
siang
Lama
: 1-2
jam
lama
: ½ jam
Keluhan
: tidak
ada
keluhan : tidak
ada
Tidur malam
Lama
: 8
jam
7
jam
Keluhan
: tidak
ada
tidak ada
d. Personal
hygiene
Mandi
: 2
x/hari
2
x/hari
Ganti pakaian :
3
x/hari
3 x/hari
Gosok gigi :
3
x/hari
3 x/hari
Keramas
: 3 x/minggu
3 x/minggu
e. Pola
seksualitas
Frekuensi:
3 x/
minggu
2 x/ minggu
Keluhan:
tidak
ada
tidak ada
f. Pola
aktivitas(terkait kegiatan fisik,olah raga)
Ibu
mengatakan mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, menyapu, memasak
dan tidak melukukan aktifitas lain seperti berolahraga.
10. Kebiasaan yang mengganggu kesehatan (merokok,
minum jamu, minuman beralkohol)
Ibu
mengatakan baik sebelum maupun saat hamil tidak ada kebiasaan yang mengganggu
kesehatan seperti merokok, minum jamu, minuman beralkohol.
11. Data psikososial, spiritual dan ekonomi
(penerimaan ibu/suami/keluarga terhadap kelahiran,dukungan keluarga, hubungan
dengan suami/keluarga/tetangga, perawatan bayi, kegiatan ibadah, kegiatan
social, keadaan ekonomi keluarga.
- Ibu
mengatakan dirinya/suami/keluarga menerima dan menginginkan kehamilan ini
- Ibu mengatakan
keluarga mendukung kehamilannya
- Ibu
mengakan hubungan dengan suami/keluarga tetangga baik
- Ibu
mengatakan belum mengetahui tentang perawatan pada bayi
- Ibu
mengatakan kehamilannya tidak mengganggu kegiatan ibadah
- Ibu
mengatakan mengikuti kegiatan arisan
- Ibu
mengatakan pendapatan suami mencukupi kebutuhan sehari-hari
12. Pengetahuan ibu (tentang kehamilan,
persalinan, nifas)
Ibu
mengatakan sudah mengetahui tentang nutrisi ibu hamil dari kunjungan
sebelumnya, tetapi ibu belum mengetahui tentang persalinan dan nifas.
13. Lingkungan yang berpengaruh(sekitar rumah
dan hewan peliharaan)
- Ibu
mengatakan sekitar rumahnya bersih, rapi, aman dan nyaman
- Ibu
mengatakan baik dirinya dan tetangga tidak memelihara unggas, seperti ayam,
bebek.
C. Data
Objektif
1.
Pemeriksaan umum
Keadaan umum
: baik
Kesadaran
: composmentis
Status
emosional : stabil
Tanda vital
Tekanan
darah
:160/110
mmHg
Nadi
:80 x/menit
Pernafasan
:20
x/menit
Suhu
:37 oC
BB
:50 kg
TB
:155 cm
2.
Pemeriksaan Fisik
Kepala
:mesochepal,tidak berketombe, tidak ada massa,tidak nyeri tekan,
Wajah
:terdapat odema,tidak ada cloasma,dan tidak ada bekas luka
Mata
:tidak ada secret,sclera putih,kunjungtiva merah muda
Hidung
:hidung tidak ada polip,tidak ada pernafasan cuping hidung.
Mulut
:bersih,tidak ada stromatis,tidak ada karies gigi
Telinga
:simetris, tidak ada serumen,pendengaran baik
Leher
:tidak ada pembesaran kelenjar tiroid,parotis,getah bening,dan
vena jugularis
Dada
: datar, tidak ada retraksi dinding dada,tidak bunyi wheezing
Payudara
:simetris, putting susu menonjol, areola mamae hiperpigmentasi,tidak ada masa,
tidak nyeri tekan, belum ada pegeluaran kolostrum.
Abdomen
: tidak ada striae, tidak ada bekas operasi, terdapat linea nigra,
Palpasi
Leopold
I : pada bagian fundus teraba
lunak, bulak dan tidak melenting (bokong)
Leopold II
:pada perut ibu bagian kiri teraba bagian kecil-kecil, tahanan
lemah(ekstremitas)
Pada perut ibu bagian kanan teraba panjang, keras, tahanan kuat(punggung)
Leopold III : pada perut ibu bagian bawah
teraba bulat, keras, melenting(kepala)
Leopold
IV : kedua tangan bertemu/ konvergen
Osborn
test : tidak dilakukan
Pemeriksaan
Mc. Donald
TFU
: 25
cm
TBJ : (25-12)x 155= 2015 gram
Auskultasi
Djj
:145 x/menit
Ekstremitas
Atas : simetris,
jumlah jari lengkap,terdapat odema. LILA :26 cm
Ekstremitas
Bawah : simetris,jumlah jari lengkap,
odema.
Genitalia
Luar
: bersih, tidak ada varises, tidak ada pembesaran kelenjar batholini.
Pemeriksaan
Panggul :tidak dilakukan
(bila perlu)
3.
Pemeriksaan
Penunjang
Tanggal:25-09-2012
pukul: 12.10 WIB
Test Proteinurin +2
4. Data
Penunjang
Tidak ada
II.
INTERPRETASI DATA
A. Diagnosa kebidanan
Data Dasar:
Ny.Y G1P0A0Ah0
hamil 28 minggu umur 23 tahun janin tunggal hidup intra uteri
preskep,puka dengan preeklamsia berat.
Ds:
- Ibu
mengatakan usianya 23 tahun
- Ibu
mengatakan ini kehamilannya yang pertama dan tidak pernah abortus
- Ibu
mengatakan dirinya pusing dan nyeri perut bagian atas
Do:
Keadaan
umum : baik
Kesadaran
: composmentis
Status
emosional : stabil
Tanda vital
Tekanan
darah
:160/110
mmHg
Nadi
:80 x/menit
Pernafasan
:20
x/menit
Suhu
:37 oC
BB
:50 kg
TB
:155 cm
Protein urin
+2
B. Masalah
Tidak dapat
mengatasi sakit kepala dan nyeri perut
Data dasar:
Ds: ibu
mengatakan kepalanya pusing,pandangan kabur dan nyeri perut bagian atas
Do: ibu tampak
kesakitan dan cemas
III.
IDENTIFIKASI DAN ANTISIPASI DIAGNOSA POTENSIAL
Eklamsia
IV. TINDAKAN
SEGERA
A. Mandiri
Pantau
keadaan umum ibu setiap minggu
B. Kolaborasi
Melakukan
kolaborasi dengan dokter specialis obstetric ginekologi
C. Merujuk
Malakukan
rujukan di rumah sakit yang mempunyai fasilitas lengkap
V.
PERENCANAAN
Tanggal:25-09-2012
pukul: 12.15 WIB
1. Beri tahu
ibu dan keluarga kondisi kehamilan ibu berdasarkan hasil pemeriksaan
2. Beri kie
tentang tentang keluhan yang ibu rasakan
3. Anjurkan
ibu untuk diit
4. Beri kie
tentang aktivitas dan pola istirahat
5. Lakukan
rujukan
VI.
PELAKSANAAN
Tanggal:25-09-2012
pukul: 12.20 WIB
1. Memberitahu ibu dan
keluarga hasil pemeriksaan yaitu TD: 160/110 mmHg, N: 80 x/menit, R:20 x/menit,
S: 37oc, BB: 50 kg,LILA:26 cm, protein urin +2.
2. Memberi kie pada ibu
tentang keluhan yang dirasakan yaitu ibu merasa pusing ibu dapat
mengatasinya dengan bangun secara perlahan dari posisi istirahat, ambil posisi
miring kiri saat berbaring. Ibu juga merasa sakit nyeri bagian atas ibu dapat
mengatasinya dengan tidak makan makanan yang kecut, pedas.
3. Menganjurkan ibu
untuk melakukan diit, ibu dapat mengkonsumsi makanan tinggi protein dan rendah
karbohidrat.
4. Memberi kie pada ibu
tentang pola aktifitas dan istirahat yaitu ibu dapat mengurangi aktifitas yang
memberatkan dan ibu dapat memperbanyak istirahat, supaya ketidaknyamanan yang
ibu rasakan bisa sedikit teratasi.
5. Melakukan rujukan ke
Rumah Sakit yang mempunyai fasilitas lengkap dan di dalam perjalanan di pasang
infuse Ringer Laktat 20 tetes per menit dan siapkan tongue spatel untuk
persiapan apabila ibu kejang, supaya ibu tidak menggigit lidahnya.
VII.
EVALUASI
Tanggal:25-09-2012
pukul:12.30 WIB
1. Ibu sudah
mengetahui tentang keadaannya.
2. Ibu sudah paham dan
dapat menjelaskan kembali tentang cara mengatasi keluhan yang dirasakan ibu.
3. Ibu telah mengerti
dan akan melakukan diit rendah karbohidrat.
4. Ibu sudah mengerti
dan dapat menjelaskan kembali tentang pola aktifitas dan istirahat.
5. Akan dilakukan
rujukan ke RSUD Sleman yang mempunyai fasilitas lengkap dan telah dipasang
infus RL 20 tetes per menit.






0 komentar:
Posting Komentar