Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

MENDAKI DI GUNUNG BAWAKARAENG, MALINO
KPA (KOMUNITAS PECINTA ALAM) 2830 : MUDA-MUDI KABUPATEN MUNA, KABUPATEN BUTON DAN MAROS

Bagi saya ini adalah pengalaman pertama dan terkesan luar biasa..
Untuk sampai pada puncak gunung Bawakaraeng butuh perjuangan yang luar biasa dan tentunya tenaga yang super ekstra...
Pada hari kami berangkat ke Malino untuk mendaki tepatnya hari Jumat tanggal 03-04-2015, selesai sholat Jumat kami bergegas, Kami stay di Flay Over Kota Makassar, dan banyaknya kami 22 orang wanita: 10 orang dan pria: 12 orang. Dimana Nama-nama kami yaitu: saya Sitti Sarti panggilannya Lia, Israwati, Ani Mulyani Busi, Rahman, Muh. Sabirin, Aswan dan Erni nah Kami ini asalnya dari Wakuru Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna, Sulawesi tenggara, ada lagi nhe tambahan tapi nama panggilannya saja yang saya tahu yaitu Andang yang pada saat itu dia adalah leader KPA Kami, Jacklin, La Ulo, Anti, Linda, Putri, Bain, Albar dan saya lupa namanya tuh yang satunya dan sepupunya la Ulo, nah mereka ini kalau nda salah semua dari Kota Raha Kabupaten Muna juga, tunggu masih ada lagi Dahniar Dahlan, Manton juan, Sultan alias Abi (saya lupa nama aslinya karena nda pernah disebut namanya selalu panggilan ala-alanya saja) nah mereka ini dari kabupaten Buton ditambah lagi aduh siapa tuh yang satu (intinya temannya Manton Juan, soalnya dia ini tipe pendiam) + sepupunya La Ulo masih anak SMP. Dalam Komunitas kami ini dari berbagai macam Profesi alias jurusan perkuliahan. Ada Bidan Pendidik, Ada Anak Tambang, Informatika, Farmasi, Teknik pokoknya campur-campur dehhh dan yang Bidan pendidik itu adalahh saya, isra, Dilla n dani.. heheheeee...
Next, untuk perjalanan dari Kota Makassar ke Malino butuh waktu 4 jam kalo nda slah....?? heheheee. Tapi pada saat itu kami memakan waktu yang cukup lama tidak sesuai target yah dikarenakan cuaca dan tentunya  kalau perjalanan jauh itu orang jadi lapar. persinggahan kami pertama di Ruko soalnya udah mulai hujan dan tentunya kami harus memakai pengaman yaitu Mantel Hujan, pada saat itu tidak semua pada bawa mantel hujan, untungan kami (saya, isra, dani n dilla) udah beli jas hujan jadi yah gitu deeehhh.. heheheheee... Trus kami singgah di Masjid soalnya hujannya deras, skitar 30 menit, lanjut lagi n sekitar 5 menit singggah isi kampung tengah alias perut.. yah memakan waktu sekitar 30 menit juga..tapi seru makannya disitu udh ad yg dapat gratis bakso eh dapat buah rambutan lagi 1 kantong asyeeeeekkkk.....
Next, pokoknya perjalaanan Kami itu kebanyakkan singgah-singgahnya, ada-ada saja penghalang... BT juga seeehhh...
And than, Sampailah Kami di Malino.... Waaaooowwww amazing itu adalah pemandangan yang luar biasa sepanjang Malino.... Dan Kamipunn sampai dimana Kami menyimpan kendaraan dan untuk beristirahatn sementara, mereka bilang rumahnya Mace kodong... Dan yang mengherankan adalah disana itu dinginnya pake bingitzzz bro, waowww menggigil saya kuneee,,,
Next, Kamipun berkemas-kemas untuk persiapan mendaki, pada saat itu hari sudah gelap, tapi semangat untuk mendaki itu masih tersimpan disini, disini hae (badan) ckckckckkk... Pokoknya luar biasa tas kerelpun sudah berjejer, para lelaki-lelaki yang luar biasa bisa memakai tas yang luar biasa tingginya, mungkin kalau saya yang memakainya diliat dari belakang tasnya jalan sendiri pas tengok kedepan ternyata ada seorang wanita manis sedang memakai tas kerel hahahaaa...
Setelah berkemas alias packing Kamipun meminta izin kepada Mace untuk pergi mendaki, selayaknya sebagai orang tua Kami bersalaman dan meminta do'a dan restu dari beliau... Didepan halaman rumah Mace, Kami berkumpul dan tentunya berdo'a agar diberi kesehatan serta perlindungan selama melakukan pendakian... Bismillah itu ucapan yang keluar dari bibirku pas beranjak dari halaman rumah Mace...
Malam yang begitu indah, bulan yang begitu terang menyinari perjalanan Kami dan suasana yang begitu bersahabat... Ya Allah sungguh nikmat alam yang Engkau berikan kepada umatmu...
Dalam perjalanan ini ternyata bukan hanyalah Kami yang melakukan perjalanan menuju Gunung bawakaraeng tetapi masih ada bahkan banyak saudara-saudari yang ingin menikmati keindahan alam ini, "luar biasa" itulah bisikan hati saya disaat pengalaman pertama ini.
Sepanjang perjalan begitu banyak pemandangan indah, desiran air, nyanyian sang burung, hembusan angin, pokoknya saatnya bilang amazing!!!
Tapi yang menyedihkan adalah target Kami sampai pada pos 5 ternyata tertunda dikarenakan ada saudara kami yang kesakitan mungkin kecapean akhirnya keseleo, jadi kamipun Camp di Pos Nol alias belum sampai pada pos 1,, heheheeee.. tapi bagaimanapun yang diutamakan adalah kekompakkan alias kebersamaan, 1 orang sakit yah sakit semua artinya jika ada saudara yang tidak bisa melanjutkan maka kitapun sama... Asyik skli...tapi sebelumnya ada sista Kami yang tanpa menyadari mengikuti  rombongan lain, si leaderpun panik dan langsung mengejar rombongaan yang diikuti oleh Mba Anti,, Ampuuun DJ.  Nah, di pos ini saya mendapatkan lagi sebuah pengalaman yang cukup menguras tenaga dan tentunya memakan hati maksudnya sakit hati.. Kenapa? Karena, kami mau membuat api unggun yang pada saat itu kalau nda salah bersama barada Bain, La Ulo, Manton, dll, nah kenapa saya katakan menguras tenaga dll karena APInya itu looohhh tidak mau menyala, oh Tuhan kenapa bisa....?? Jawabanya adalah bisalah karena 1. Kayunya basah 2. suhunya dingin, so...??? Pedoko moko itu kodong... Tapi bagaimanapun Kami butuh penghangat jadi Kami berjuang habis-habisan, dan ada satu ide yang membuat saya tersadar adalah kalau kayunya basah + tebal mana cepat menyala apinya jadi terlintaslah saya untuk meminjam parang para Brada dan memotong kayu setipis mungkin nahhhh disinilah saya merasa bahagia soalnya saya dipuji sama Brada-brada,, heheheee malu dan bahagia jhe... Tapi sama jhe juga lama prosesnya supaya apinya menyala tapi setidaknya meminimalisir waktu dan tenaga serta spiritus... Disinilah saya mendapat suprise pertama, kenapa? Saking asyiknya duduk didepan api unggun utk berusaha agar apinya tetap menyala, tangan saya ituloh macam tangan-tangan pekerja bangunan, kuning -kuning tidak jelas oohhh no...  Tapi biarlah demi kebahagiaan bersama ku rela ku rela...
Malampun terlewati, rencana bangun jam 4 suubuh untuk melanjutkan mendaki ternyata bangunnya udah jam 7 pagi, aduuh leader katanya pasang alarm eh tapi kenapa justru leader yang terlambat bangun kodong... hahahaaa satu per satu penghuni didalam tenda saya keluar dan membangunkan para brada dan sista yang ada ditenda lain karena Kami ada 6 tenda... dan kamipun berkemas-kemas, sekitar 8.30 kamipun beranjak dari perkemahan dan melanjutkan perjalan...
Sungguh luar biasa pemandangan dipagi hari diatas bukit yang dipenuhi dengan pohon pinus..
bersambung.....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS