Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

TUGAS KOMUNIKASI KEBIDANAN TENTANG KONSELING DALAM KEBIDANAN DAN HAMBATANNYA


19 FEBRUARI 2015
KONSELING KEBIDANAN  DAN HAMBATAN DALAM KONSELING KEBIDANAN
BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Dalam praktik kebidanan, pemberian asuhan kebidanan yang berkualitas sangat dibuuhkan. Kualitas kebidanan ditentukan dengan cara bidan membina hubungan baik, baik sesama rekan sejawat ataupun dengan yang diberi asuhan. Upaya peningkatan kualitas pelayanan kebidanan juga ditentukan oleh keterampilan bidan untuk berkomunikasi secara efektif dan melakukan konsling yang baik dengan klien.
Karena melalui komunikasi yang efektifserta konsling yang berhasil, kelangsungan dan berkesinambungan penggunaan jasa pelayanan bidan untuk kesehatan perempuan selama siklus kehidupan akan tercapai.
B.       Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalahnya adalah
1.      Apa defenisi konseling dalam praktek kebidanan ?
2.      Apa tujuan dilakukannya konseling dalam kebidanan ?
3.      Apa langkah-langkah konseling dalam kebidanan ?
4.      Apa hambatan-hambatan konseling dalam kebidanan ?
5.      Apa bentuk layanan konseling dalam praktek kebidanan ?
6.      Bagaimana gambaran (dalam bentuk drama) peran seorang bidan dalam menerapkan konseling ?
 C.       Tujuan
1.         Tujuan Umum
Mahasiswa mampu menerapkan konseling pada klien sesuai dengan masalah yang dihadapi klien.
2.         Tujuan Khusus
Setelah membaca makalah Bagaimana Peran Seorang Bidan dalam Menerapkan Konseling, diharapkan mahasiswa dapat :
·           Memahami defenisi konseling dalam praktek kebidanan
·           Memahami tujuan dilakukannya konseling dalam kebidanan
·           Memahami langkah – langkah konseling dalam kebidanan
·           Memahami hambatan – hambatan konseling dalam kebidanan
·           Memahami bentuk layanan konseling dalam praktek kebidanan
·           Memahami bagaimana gambaran (dalam bentuk drama) peran seorang bidan dalam menerapkan konseling

 
BAB II
TINJAUAN TEORI
A.      Defenisi konseling Kebidanan
Konseling kebidanan adalah suatu proses pembelajaran, pembinaan hubungan baik, pemberian bantuan, dan benuk kerja sama yang dilakukan secara profesional ( sesuai dengan bidangnya ) oleh bidan kepada klien untuk memecahkan masalah, mengatasi hambatan perkembangan, dan memenuhi kebutuhan klien.
B.        Tujuan Konseling Kebidanan
Tujuan konseling diarahkan sebagai layanan yang membantu masalah yang dihadapi klien. Oleh karna itu, bidan sebagai konselor harus berusaha mengambangkan potensi yang ada agar dapat digunakan klien secara efektif. Berdasarkan hal tersebut, ada dua fungsi dalam tujuan konseling kebidanan yang harus diperhatikan bidan, yaitu sebagai berikut:
1.         Fungsi kuratif
Bertujuan membantu memecahkan masalah yang dihadapi klien dalam proses perkembanganya atau membantu mengatasi masalah klien. Dimana klien tidak dapat mengembangkan dirinya karena beberapa alasan yang diterima, maka klien dibantu untuk memahami dan menyelesaikan perkembangannya.
2.          Fungsi preventif
Fungsi prenventif tidak hanya mengatasi masalah yang telah terjadi, tetapi juga menjaga agar masalah tidak bertambah serta muncul masalah baru yang dapat mengganggu diri klien dan orang lain. Fungsi preventif dapat diberikan dengan beberapa terapi yang sesuai dengan masalah dan keadaan klien itu sendiri.Sedangkan secara garis besar tujuan konseling dalam praktik kebidanan adalah mengubah pengetahuan, sikap, dan perilaku klien.
C.      Langkah-langkah konseling dalam praktik kebidanan
ü Langkah awal
Merupakan langkah penting dalam proses konseling dalam kebidanan, keberhasilan langkah awal akan mempermudah langkah berikutnya dalam proses konseling dalam kebidanan. Pada langkah awal tugas bidan sebagai seorang konselor adalah sebagai berikut :
1.             Mengeksplorasi perasaan,fantasi, dan ketakutan sendiri.
2.             Menganalisis kekuatan dan kelemahan diri.
3.             Menentukan alasan klien minta pertolongan.
4.             Membuat kontrak bersama.
5.             Mengeksplorasi pikiran, perasaan, dan perbuatan klien.
6.             Mengidentifikasi masalah klien.
7.             Merumuskan tujuan bersama klien.
ü Langkah inti
Langkah kedua dari proses konseling kebidanan adalah langkah inti atau langkah pokok. Langkah ini menentukan apakah bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan klien dan apakah konseling berhasil dengan baik. Tugas bidan pada langkah inti adalah sebagai beikut :
1.     Mengeksplolarasi stressor yang tepat
2.     Mendukung perkembangan kesadaran diri klien dan pemakain koping mekanismeyang konstruktif.
3.     Mengatasi penolakan prilaku maladaptif.
4.     Memberikan beberapa berapa alternatif pilihan pemecahan masalah .
5.     Melaksanakaan alternatif yang dipilih klien.
6.     Merencanakan tindak lanjut dari alternatif pilihan.
ü Langkah Akhir
Setelah melakukan kegiatan pokok dalam proses konseling, meskipun bidan bukan orang yang paling berhak untuk mengakhiri proses konseling, akan tetapi bidan harus dapat melakukan terminasi atau pengakhiran. Tugas bidan pada langkah akhir adalah :
1.     Menciptakan realitas perpisahan.
2.     Membicarakan proses terapi dan pencapaian tujuan.
3.     Saling mengeksplorasi perasaan, kehilangan, sedih, marah, dan perilaku lain.
4.     Mengevaluasi kegiatan dan tujuan konseling.
5.     Apabila masih diperlukan, melakukan rencana tindak lanjut dengan membuat
6.     kontrak untuk pertemuan berikutnya.

D.           Hambatan-hambatan konseling kebidanan
a.         Hambatan Internal
Merupakan hambatan pribadi yang berasal dari diri bidan sebagai konselor. Hambatan pribadi yang sering muncul adalah bidan kurang percaya diri, kurang pengetahuan, dan keterampilan tentang konsling, serta kjetidakmampuan dalam membentuk jejaring.
b.         Hambatan Eksternal
Ini sering muncul pada organisasi yaitu dari mitra kerja bidan. Persaingan-persaingan dalam pekerjaan, fasilitas (keuangan, alat peraga, dsb), dan budaya seringkali menjadi faktor pemicu hambatan eksternal dalam proses pemberiaan konseling.
E.        Bentuk layanan konseling dalam praktek kebidanan
Konseling praktik kebidanan dibagi menjadi beberapa bentuk, yaitu:
1.    Konseling remaja dan kesehatan reproduksi remaja
Istilah reproduksi mempunyai arti suatu proses kehidupan manusia. Dalam menghasilkan keturunan demi kelestarian hidupnya. Kesehatan reproduksi remajaadalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem fungsi, dan proses reproduksi remaja. Biasanya dipengaruhi oleh masalah menikah dan melakukan hubungan seksual pada usia dini, akses pendidikan dan pekerjaan, ketidaksetaraan gender, kekerasan seksual, dan pengaruh media massa. Kualitas sumber daya manusia ditentukan oleh anak-anak dan remaja.Karena ini sangat berkualitas pada kepribadian, kesehatan, maupun pendidikan.
Topik konseling remaja melipurti:
ü  Remaja dan kesehatan reproduksinya.
ü  Seksualitas.
ü  Infeksi menular seksual.
ü  Isu gender.
ü  Narkoba dan zat adiktif.
2.     Konseling Ibu Hamil
Tingginya kematian ibu merupakan permasalahan, karena kematian ibu akan berdampak pada seluruh keluarga. Ini dikarenakan adanya komplikasi dari kehamilan.Di Indonesia angka kematian ibu sangat tinggi. Mengingat masih tingginya AKI, diperlukan suatu kerja sama bidan dengan ibu. Salah satu upaya yang dilakukan bidan adalah konseling.
Konseling kunjungan pertama :
1.         Pentingnya 7T
2.         Perlunya pendampingan
3.         Kebutuhan gizi ibu
4.         Beban kerja ibu
5.         Program KB
6.         Senggama pada saat kelahiran.
7.         Kunjungan ulang
Kunjungan Kehamilan 36  minggu:
1.         Kesehatan ibu dan janin
2.         Tanda-tanda persalinan dini
3.         Rencana persalinan
4.         Persiapan bayi
5.         Pentingnya kolostrum
6.         Keuntungan ASI
Kunjungan Kehamilan >36 minggu
1.         Tanda-tanda persalinan
2.         Tempat persalinan
3.         Pentingnya persalinan di fasilitas kesehatan
3.      Konseling Pada Ibu Bersalin
Merupakan proses alamiah, teapi meskipun proses alamiah, tidak semua ibu bersalin  mampu beradaptasi dengan persalinan terutama pada kala 1 yang merupakan nyeri hebat bagi si ibu. Karena pada tahap ini resiko komplikasi yang dapat mengancam keselamatan ibu dan bayi.Lancarnya persalinan ditentukan oleh faktor psikologis.
ü  Konseling tahap I
·           Masalah dalam persalinan
·           Tindakan selama persalinan
·           Menganjurkan ibu tidak menahan BAK
·           Menganjurkan ibu untuk istirahat
·           Menganjurkan keluarga untuk mendampingi ibu.
ü  Konseling tahap II
·           Mengajari cara meneran yang baik.
·           Menganjurkan ibu untuk meneran pada saat his.
·           Memberikan semangat dan dukungan.
ü  Konseling Tahap III
·           Mengajari ibu untuk mesasi uterus.
·           Memberikan informasi ibu tentang pendarahan.
ü  Konseling Tahap IV
·           Memberikan informasi erawatan tentang alat kelamin.
·           Menganjurkan ibu sering mengganti pembalut.
·           Memberikan informasi dan memotifasi ibu utuk melakukan mobilisasi.
·           Memberikan informasi tentang pentingnya kebutuhan nutrisi.
4.     Koseling Ibu Nifas
ü  konseling pada ibu
·           proses masa nifas.
·           Keluhan umum 1-72 jam masa nifas.
·           Tanda-tanda kegawatan masa nifas pada ibu.
·           Tanda komplikasi masa nifas.
·           Kebersihan ibu.
·           Kolostrum dan pemberian ASI.
·           Teknik menyusui
·           Kebutuhan nutrisi ibu pada masa nifas.
5.    Konseling pada bayi
ü  Tanda-tanda kegawatan masa nifas pada bayi.
ü  Kebersihan bayi.
ü  Perawatan tali pusat bayi.
ü  Imunisasi.
ü  Status kesehatan bayi.
ü  Penilaian pertumbuhan dan perkembangan bayi.
6.    Konseling KB
ü  Memperlakukan klien dengan baik.
ü  Interaksi dengan klien.
ü  Menghindari pemberian informasi yang berlebihan.
ü  Menyediakan metode yang diinginkan klien.
ü  Membantu klien mengerti dan mengingat.
F.       Gambaran (dalam bentuk drama) peran seorang bidan dalam menerapkan Konseling
SITTI SARTI                  : BIDAN
LINDAH                         : BU WISMA (PASIEN)
RENI ARMANIANTI    : PAK IWAN ( SUAMI PASIEN )
ECENG SAPUTRI         : ASISTEN BIDAN )
FITRIANI  ANDI           : PEMBACA TEKS SEKALIGUS JADI UZTADS
Seorang bidan bernama wahyuni, ia telah menyelesaikan pendidikannya di D-III Kebidanan di salah satu institui. Bidan wahyuni ditugaskan disebuah desa yaitu desa Sigiran, Malalak.Di desa itu bidan wahyuni membua sebuah BPS.Masyarakat disana cukup ramah sehingga bidaan wahyuni mudah untuk besosialisasi dan banyak memiliki klien.Pada suatu pagi hari bidan wahyuni kedatangan klien.
Bu wisna dan bp iwan     :assalamualaikum(sambil mengetuk pintu)
Mina (asisten)   : waalaikumsalam (membua pintu), tunggu sebentar ya Pak,bu.. saya   panggilkan ibu dulu, silahkan duduk bu pak…
Bu wisna                : oh ya dek makasih, yuk mas…
Mina segera memanggilkan ibu wahyuni yang sedang bersiap siap.
Mina                     : bu ada tamu…
Bidan              : siapa mina..? tunggu sebentar ya… ibu rapikan pakaian dulu, tolong kamu ambilkan minuman untuk tamu ya..
Mina                     : iya bu…
Mina mengambilkan minuman untuk tamu selagi bu bidan bersiap siap untuk keluar menemui tamunya.
Mina                    : ini minumannya bu pak… silahkan diminum, ibu segera keluar.
Bidan                   : pagi bupak..ada yang bisa saya bantu..? (sambil bersalaman)
Bu wisna              : pagi juga bu… begini bu, saya mau pasang KB tapi saya masih kurang tahu tentang KB yang terbaik untuk kami, jadi saya juga bawa suami, kan ibu pernah bilang kalau KB itu juga urusan suami
Bidan                   : oh iya bu, ibu masih ingat perkataan saya. (tersenyum)
Bu wisna              : iya bu. (membalas senyuman bu bidan)
Bpk iwan             : maaf bu, saya memotong pembicaraan, begini bu saya masih ragu untuk KB , tapi istri saya ngotot untuk pasang KB bu. Emang di dalam islam KB itu dibolehkan?
Bu wisna              : ih bapak ini, tadi katanya sudah yakin?
Bpk iwan             : iya bu, tapi bapak kan belum mengerti.( menegaskan)
Bidan                 : iya bu tidak apa-apa! Kan sebelum kita melakuka sesuatu itu kita harus paham dan mengerti dulu dengan apa yang akan kita kerjakan tersebut.
Jadi begini pak, sebenarnya KB itu di dalam islam bukanlah suatu dosa, dan juga bukan hal yang dilarang. Karena KB itu bertujuan untuk menjarangkkan anak atau tidak terlalu banyak anak dan juga untuk alasan yang jelas seprti untuk keselamatan ibu dan anak, begitu pak, bu.!
Sedang di pertengahan pembicaraan datang seorang laki-laki dari dalam ruangan “pak ustadz” itu panggilan bagi suami bu wahyuni.
Bidan                               : bukankah begitu pak?
Pak ustadz (suami)           : betul bu!
Bu wisna dan bpk iwan  : eh pak ustadz (menyalami pak ustadz), mau berangkat kerja pak?
Pak ustadz           : iya pak, saya mau berangkat kerja. Hmm… apa yang dikatakan istri saya itu benar pak, dalam islam tidak melarang adanya KB, karena KB tersebut kan hanya menghalangi terjadinya kehamilan pak, bukan berarti membunuh. Kalau membunuh itu lain pula halnya pak, bu.
Bidan                   : sudah mengerti pak?
Bpk iwan             : hmm… sudah bu..(tersenyum sedikit bingung)
Pak ustadz           : kalau begitu bapak berangkat kerja dulu ya bu (bersalaman dengan istri)
Bidan                   : (tersenyum dan mengangguk)
Pak ustadz           : iwan bu wisna mari! (keluar ruangan)
Bpk iwan dan bu wisna  : iya pak..
Bidan                   : nah pak bu, sudah jelaskan kalau islam membolehkan KB.
Coba sini saya kasih contoh.Sekarang bapak dan ibu sudah mempunyai berapa anak? Sudah 3 kan pak?! Lalu yang bersekolah berapa orang pak?
Bpk iwan             : 2 orang bu, yang besar kelas 4 SD yang kedua kelas 1 SD bu.
Bidan                   : hmm… mohon maaf ya pak, kalau untuk mencukupi kebutuhan sekolah anaknya agak tersenggal-senggal tidak pak?
Bpk iwan             : iya sih bu..
Bidan                   : nah, bagaimana kalau anak bapak dan ibu ada 5 orang?
Bpk iwan             : iya agak sulit juga sih bu, jangan kan kebutuhan sekolah kebutuhan sehari-hari saja sudah susah
Bidan                   : jadi bagaimana pak, bu? Semua keputusan itu tergantung pada bapak dan ibu sendiri.
Bu wisna              : ya bu, kami sudah yakin mau pasang KB, iya kan pak?
Bpk iwan             : (mengangguk)
Bu wisna              : jadi apa-apa saja macam KB itu bu?
Bidan                   : begini bu,KB itu banyak macamnya, pertama ada yang menggunakan alat yang dipasang diluar tubuh seperti kondom namanya bu semacam karet tipis yang dipasang “maaf pak” dipasang dikemaluan bapak sebelum melakukan hubungan suami istri gitu pak, untuk menghindari air mani masuk kedalam kemaluan ibu wisna (melihatkan gambar), tapi terkadang kondom juga bisa robek pak. jadi keberhasilannya sekitar 90% bu.
Bu wisna              : oh jadi dipasang hanya kepada suami saya saja ya bu?
Bidan                   : iya bu, yang untuk wanitanya juga ada dipasang pada mulut rahim tapi itu jarang digunakan bu. Selanjutnya macam dari KB itu spiral namanya bu atau IUD bahasa kesehatannya. Ada yang berbentuk huruf S, T dan angka 7. Atau ada juga yang berbentuk sepatu kuda seperti gambar ini bu . (melihatkan gambar). Nanti alat ini akan dimasukkan kedalam rahim ibu dengan bantuan alat, lalu benang spiral ini dikaitkan dimulut rahim ibu yang dilakukan oleh tenaga kesehatan atau dokter bu. Gunanya untuk mencegah pembuahan atau bertemunya air mani sama sel telur bu agar tidak terjadi kehamilan.
Bu wisna              : apa itu tidak sakit bu?
Bidan                   : hmm..tidakbu, karena benangnya itu halus bu, jadi ini bisa bertahan 2-5 tahun dan bisa dibuka sebelum waktunya. Namun ibu harus konsultasi setiap 2 kali seminggu, 1-2 bulan atau 1 kali 6 bulan sampai 1 tahun setelah pemasangannya. Ini masih ada kekurangannya bu, kemahilannya masih bisa terjadi, perdarahan, infeksi.Alat ini dipasang apabila tidak ada infeksi atau perdarahan yang tak jelas dari kelamin ibu.Keuntungannya ini bisa dipakai dalam jangka panjang.
Bpk iwan             : apa itu tidak mengganggu saat berhubungan bu
Bidan                   : iya pak, akan sedikit mengganggu saat berhubungan karena nanti bapak akan merasa tidak nyaman. Selanjutnya Spermisida bu pak, bentuknya bisa seperti busa, jeli, krim yang dimasuk kedalam kemaluan ibu sebelum melakukan hubungan untuk membunuh sel mani bapak jadi tidak terjadi pertemuan antara air mani bapak dan sel telur ibu.
Bu wisna              : kekurangannya apabu?
Bidan                   : kekurangannya itu bisa menyebabkan ketidaknyamanan karena kadang-kadang timbul alergi bu. Selanjutnya berbentuk pil atau suntikan bu untuk mencegah kehamilan dengan cara melemahkan tempat tertanamnya hasil pembuahan bu. Kalau pil bu harus diminum setiap hari kalau suntikan bisa satu kali 3 bulan, ada yang setiap 10 minggu dan setiap bulan.
Saat asyik-asyiknya ngobrol ada yang datang ke BPS bu wahyuni, yaitu 2orang mahasiswa bimbingan bu wahyuni dari kota.
Winda dan ayu    : Assalamu’alaikum bu…
Bidan                   : Wa’alaikum salam….tunggu sebentar ya pak, bu.
Bpk iwan             : iya silahkan bu.(tersenyum kepada bu bidan)
Bidan                   : eehh kalian silahkan masuk, tunggu sebentar ya ibu sedang ada klien.
Winda                  : iya bu, silahkan dilanjutkan bu. Kami akanmenunggu.(tersenyum)
Karena bu wahyuni sedang ada klien jadi mahasiswa tersebut memutuskan untuk menunggu dan membantu merapikan BPS tersebut dengan senang.
Bidan                   : maaf ya pak, bu anak-anak bimbingan saya. Jadi bagaimana bu, pak?Sudah bisa dimengerti?
Bu wisna              : udah bu bidan, tapi kami belum tau yang mana yang tepatnya, menurut bu bidan bagaimana?
Bidan                   : maaf ibu, saya tidak bisa mengatakan yang mana yang terbaik karena terbaik untuk saya belum tentu baik untuk ibu dan bapak (meyakinkan ibu wisna dan suaminya)
Bu wisna              : oh..kami pikirkan dulu ya bu. Kami masih bingung yang mana yang akan dipakai.
Bidan                   : oh ya tidak apa-apa bu, silahkan dipikirkan lagi di rumah ya bu, pak (tersenyum) tunggu sebentar ya bu.
Bidan                   : ayu, kertas kamu yang tentang KB itu masih ada?
Ay                        : iya masih ada bu (mengambil kertas dalam tasnya), ini bu.
Bu wisna dan bpk iwan  : (berdiri dan hendak keluar dari ruangan)
Bidan                   : pak iwan, bu wisna biar ibu dan bapak lebih mengerti lagi ini saya berikan kertas di sini ibu dan bapak bias baca dan lihat bentuk-bentuk dan macam-macam KB itu.
Bu wisna              : ooh ya bu, terimakasih bu.
Bidan                   : iya sama-sama bu, nanti jika ibu dan bapak sudah memutuskan silahkan ibu dan bapak datang kesini lagi ya pak, bu. (tersenyum sambil mengantarkan kliennya kedepan)
Setelah bu wahyuni memberikan konseling kepada tamunya dan tamunya tersebut telah pergi bu wahyuni menghampiri mahasiswa bimbingannya tersebut.
Bidan                   : bagaimana winda, ayu? Udah siap untuk bertugas hari ini? (tersenyum)
Winda dan ayu    : siap bu dengan senang hati. ( membalas senyum bu wahyuni)
Begitulah carabu wahyuni memberikan konseling kepada kliennya, dengan tenang, sabar dan berusaha untuk mejelaskan kepada kliennya, agar kliennya merasa mengerti dan senang dengan apa yang telah ia sampaikan.
 TAMAT


 BAB III
PENUTUP
A.      KESIMPULAN
Konseling kebidanan adalah suatu proses pembelajaran, pembinaan hubungan baik, pemberian bantuan, dan bentuk kerja sama yang dilakukan secara profesional (sesuai dengan bidangnya) oleh bidan kepada klien untuk memecahkan masalah, mengatasi hambatan perkembangan, dan memenuhi kebutuhan klien.
Tujuan konseling diarahakan sebagai layanan yang membantu masalah yang dihadapi klien.Oleh karena itu, bidan sebagai konselor berusaha mengembangkan potensi yang ada agar dapat digunakan klien secara efektif.
B.       SARAN
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.terkhusus bagi mahasiswa, semoga makalah ini bisa menjadi acuan dalam pembelajaran.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS